LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
(MKP-101)
ACARA III. HISTOLOGI

Nama :
Ayu Lestari
NPM : E1J013074
Sift/Pukul : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen
Pembimbing : Marulak Simarmata, Ph.D
Co.
Ass : Petrus
simatupang
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jaringan adalah sekelompok sel yang
memiliki bentuk dan fungsi yang sama.Jaringan-jaringan yang berbeda dapat
bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan
dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi.Secara garis besar jaringan tumbuhan dapat dibedakan
menjadi jaringan meristematik dan jaringan dewasa.Jaringan meristem terbagi
menjadi dua, yaitu meristem primer dan sekunder. Jaringan meristem biasanya
tersusun oleh sel-sel yang masih embrional atau sel yang masih aktif membelah.
Pada ujung akar dan ujung batang yang telah dewasa terdapat jaringan yang tetap
bersifat meristematik yang disebut titik tumbuh apikal. Titik tumbuh apikal ini
yang membuat tumbuhan mampu semakin memanjang. Meristem sekunder merupakan
jaringan yang sel-selnya tidak mengalami deferensiasi dan berfungsi sebagai
jaringan dewasa, kemudian dapat melakukan aktivitas meristematis, misalnya kambium
dan felogen (kambium gabus).Pada pertumbuhan sekunder, kambium dapat membentuk
floem sekunder, xilem sekunder dan kadang-kadang membentuk jari-jari
empelur(parenkim sekunder). Kambium terdapat pada semua tumbuhan
dikotil.Jaringan dewasa terdiri dari :
a) Epidermis
yang berfungsi sebagai jaringan pelindung.
b)
Parenkim berfungsi sebagai jaringan
dasar.
c)
Sklerenkim dan Kolenkim berfungsi
sebagai jaringan penguat.
d)
Floem dan Xylem berfungsi sebagai
jaringan pengangkut.
1.2 Tujuan
1.
Melihat epidermis,
macam-macamtrikoma dan stomata.
2.
Melihatmacam-macam bentuk sel
jaringan dasar (parenkim).
3.
Melihat jaringan penguat tumbuhan
dan jaringan pengangkut tumbuhan.
1.3 Rumusan Masalah
1.
Gambar dan lengkapi ketiga
keterangan diatas !
2.
Deskripikan semua modifikasi
epidermis dan cari fungsi masing-masing alat modifikasi tersebut.
3.
Pelajari lebih lanjut tentang
jaringan pengangkut xilem dan floem. Jelaskan fungsi masing-masing jaringan
tersebut !
4. Apa yang
dimaksud dengan sistem transpor dari source ke sink pada tumbuhan?
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Pengertian Histologi
Histologi adalah
ilmu yang
mempelajari tentang struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop
pada sediaan jaringan yang dipotong tipis, salah satu dari cabang-cabang biologi. Histologi dapat juga
disebut sebagai ilmu anatomi mikroskopis.
Jaringan mengaalami proses
diferensiasi menurut fungsi dan bentuknya. Bila sel-sel telah berkelompok dan
membentuk jaringan akan muncul fungsi dan hal khusus yang disebut diferensiasi,
sehingga jaringan berkembang membentuk fungsi khusus (Anonymous, 2010).
Jaringan yang telah berdiferensiasi dalam waktu tertentu akan membentuk organ-organ yang memiliki fungsi khusus (Zainul Ahmad,2008).
Jaringan Meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah (mitosis) serta belum berdiferensiasi , ada beberapa macam jaringan meristem antara lain :
Jaringan yang telah berdiferensiasi dalam waktu tertentu akan membentuk organ-organ yang memiliki fungsi khusus (Zainul Ahmad,2008).
Jaringan Meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah (mitosis) serta belum berdiferensiasi , ada beberapa macam jaringan meristem antara lain :
1.
Titik tumbuh terdapat pada ujung
batang mengakibatkan memanjang/tumbuh primer.
2.
Perisikel (cambium) adalah tempat
tumbuhnya cabang-cabang akar, letaknya anatra korteks dan silinder pusat.
3.
Kambium fesikuler (cambium primer)
terdapat dianatra xylem dan floem pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Khusus
untuk tumbuhan monokotil kambium membentuk xylem kearah dalam dan membentuk
floem kea rah luar serta kesamping membentuk jaringan meristematik
(Anonymous,2010).
4.
Kambium sekunder terdapat pada
permukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan skunder, cambium gabus
kearah luar membentuk sel gabus pengganti epidermis dan kearah dalam membentuk
sel feloderm hidup, menyebabkan terjadinya lingkaran tahun (Anonymous,2010).
5.
Parenkim yaitu selnya berdinding
selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Selnya
berukuran besar, berdinding tipis dan renggang serta banyak ruang antar sek.
Terletak pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah. Parenkim daun
atau mesofil dan parenkim berklorofil disebut kolenkim (Anonymous,2010)
BAB III
METODOLOGI
3.1Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang histologi ini
dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 21 Oktober 2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan
selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas
Bengkulu.
3.2
Alat dan
Bahan Praktikum
1. Alat
-Mikroskop -
Selotip
-Pipet
tetes -Gelas
benda dan gelas penutup
-Silet -Tisu
2. Bahan
-Daun
durian -Tangkai
enceng gondok
-Daun jagung -Awetan
preparat/Hibiscus sp
-Kulit
pisang -Kutek
-Air
3.3
Langkah
Kerja
1. Daun
durian (Durio zibethius). Kerok
permukaan bawah daun durian dan ambil beberapa trikoma serta tetesi air.
Periksa di bawah mikroskop. Gambar dua sel (tunggal dan majemuk).
2. Daun
jagung (Zea mays). Bgian bawah daun
jagung diolesi dan ditekan-tekan (supaya kutek menempel pada selotip). Lepas
selotip tersebut dan tempelkan digelas preparat. Tutup dengan gelas penutup dan
amati di bawah mikroskop.
3. Kulit
pisang (Musa sp). Keroklah bagian
dalam kulit pisang dan ambil kerokan itu serta tetesi air. Periksalah di bawah
mikroskop.
4. Tangkai
daun enceng gondok (Echornia crassifes).
Buat sayatan melintang tangkai daun enceng gondok dan tetesi dengan air.Periksalah
di bawah mikroskop.
5. Preparat
awetan dari penampang melintang batang Hibiscus
sp. Amati di bawah mikroskop dan gambar dengan perbesaran kuat. Tunjukkan
jaringan penguat (sklerenkim dan kolenkim), dan jaringan pengangkut xylem dan
floem.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.2 Modifikasi Epidermis dan Fungsinya
Modifikasi epidermis
adalah suatu suatu bangunan atau alat tambahan pada epidermis yang berasal dari
epidermis, tapi memiliki struktur dan fungsi yang berlainan dengan epidermis itu
sendiri. Macam-macam modifikasi epidermis antara lain: stomata, dan trikomata (rambut-rambut).
1.Stomata
Stomataberasal dari bahasa Yunani yaitu stoma yang berarti
lubang atau porus, jadi stomata adalah lubang-lubang kecil berbentuk lonjong
yang dikelilingi oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penutup (Guard
Cell), dimana selpenutup tersebut adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami
kejadian perubahan bentuk dan fungsi yang dapat mengatur besarnya lubang-lubang
yang ada diantaranya (Kartasaputra, 1988).
Stomata merupakan celah dalam epidermis yang dibatasi
oleh dua sel epidermis yang khusus yakni sel penutup. Keadaan
letak sel penutup yang berbeda dapat menentukan macam-macam stomata seperti :
ü
Stoma phanerophore yaitu stoma
yang sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun, seperti pada
tumbuh-tumbuhan hidrophyt. Stoma yang letaknya dipermukaan daun ini dapat
menimbulkan banyaknya pengeluaran secara mudah dan selain itu epidermisnya
tidak mempunyai lapisan kutikula.
ü
Stoma kriptophore yaitu stoma
yang sel penutupnya berada jauh dipermukaan daun, biasanya terdapat pada
tumbuhan yang hidup di daerah kering yang dapat langsung menerima radiasi
matahari. Dengan demikian fungsinya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan,
membantu fungsi epidermis, mempunyai lapisan kutikula yang tebal serta
rambutrambut. Biasanya sering terdapat pada tumbuhan golongan kaktus.
Stomata mulai berkembang menjelang
aktivitas maristematik pada epidermis dan terus berkemabng selama beberapa
waktu, di saat daun memanjang dan meluas karena perbesaran sel. Pada daun yang
bertulang sejajr dan dengan stomata tersusun dalam deretan memmanjang,
pe,bentukan stomata mulai diujung dan melanjut kearah dasar daun atau
basipetal. Pada daun bertulang jala, seperti pada kebanyakan dikotil, terdapat
stomata dalam taraf perkembangan yang berbeda-beda.
2.Trikoma
Trikomata merupakan rambut bersel
satu atau bersel banyak dibentuk dari sel epidermis, struktur yang lebih besar
dan padat seperti kutil dan duri, tersusun oleh jaringan epidermis atau
jaringan di bawah epidermis(emergens).
Trikoma dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Trikoma non
glandular (tidak menghasilkan sekret)
·
Rambut uniselular sederhana atau
multiselular uniseriat, yang tidakmemipih, umum dijumpai pada Lauraceae,
Moraceae, Triticium, Hordeum, Pelargonium, dan Gossypium.
·
Rambut skuamiform (bentuk sisik)
yang multiselular dan memipih nyata sekali. Contohnya pada Olea dan Cruciferae.
·
Rambut multiselular yang dapat
berbentuk bintang atau tempat lilin bercabang. Misalnya pada Styrak, Platanus,
dan Verbacum.
·
Rambut kasar, trikoma kasar
berserat, yang dipangkalnya terdiri atas sedikitnya dua atau lebih deretan sel
yang berdampingan.
Trikoma
glandular (menghasilkan sekret)
Trikoma ini dapat bersel satu,
bersel banyak, atau berupa sisik.Trikom glandular terlibat dalam sekresi
berbagai bahan, contohnya: trikom sekresi garam, trikom sekresi nektar, trikom
sekresi getah, trikom sekresi terpentin, koleter, rambut sengat, rambut akar,
Fungsi trikoma pada masing-masing organ:
·
Pada daun untuk mengurangi
penguapan, mengurangi gangguan hewan dan manusia, meneruskan rangsang.
·
Pada bunga (nektaria) mengeluarkan
madu untuk menarik serangga membantunpenyerbukan.
·
Pada biji untuk mencegah gangguan
serangga yang akan merusak biji, menyerap air sehingga biji menjadi lekas
berkecambah dan tumbuh. Pada batang untuk mjengurangi
penguapan dan untuk memanjat (kaktus, rotan).
Trikoma lain juga terspesialisai
adalah rambut gatal pada Urtica. Trikoma terdiri dari sel panjang yang memiliki
dasar yang lebar membengkak sedangkanbagian atasnya sempit dan runcing. Dinding
bagian ujung yang runcingmengandung silica, sedangkan bagian tepat dibawahnya
mengandung kalsium.Bila rambut tersentuh ujung runcing yang membulat itu akan
patah di daerahbatas, sisanya yang berujung runcing dengan mudah menembus kulit
orang yangmenyentuh tumbuhan tersebut. Disaat itulah kandungan rambut
(histamine danasetilkolin) masuk ke kulit menimbulkan rasa gatal.Rambut sekresi
bersel satu dan bersel banyak yang menghasilkan nectarterdapat pada bunga atau
di bagian lain di luar bunga. Beberapa diantaranya tidakberkutikula, dan nectar
disekresikan secara berdifusi. Pada rambut lain, selmemiliki kutikula. Dalam
hal itu, dinding terluar dari sel kepala rambut yangbersangkutan perlahan-lahan
membengkak dan meluas sehingga terbentuk lapisanlender menyerupai kubah di
bawah kutikula. Lapisan tersebut terus meluas dandengan demikian menekan
lapisan bagian dalam dari dinding luar kea rah lumensel yang hampor seluruhnya
rusak. Akhirnya, kutikula pecah dan zat lendertempat terkumpulnya nectar
terbawa ke permukaan organ, misalnya pada Hibiscus dan Abutilon.
4.3Fungsi Floem dan Xylem
Floem
berfungsi untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan hasil
fotosintesis dari bagian-bagian lain yang ada di bawahnya. Floem mempunyai susunan jaringan yang
sifatnya demikian kompleks, terdiri atas beberapa macam bentuk sel dan di
antaranya terdapat sel-sel yang masih tetap hidup atau aktif dan sel-sel yang
telah mati.
Xilem
adalah suatu komponen jaringan pengangkut yang mempunyai dua fungsi utama.
Dimana fungsi tersebut adalah mengangkut air serta garam-garam mineral dari
akar ke semua anggota tumbuhan dan juga menjadi penyokong/kekuatan mekanis
untuk tumbuhan.
4.4 Sistem Transpor dari Source ke Sink
Pada Tumbuhan
Source
adalah jaringan yang mensuplai asimilat, organ tanaman yang aktif
berfotosintesis itu adalah daun dan bagian tanaman yang berwarna hijau
(mengandung klorofil). Sedangkan sink adalah jaringan yang menampung atau
menerima asimilat, tetapi tidak aktif berfotosintesis seperti pada buah, biji,
dan umbi.
BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
Jaringan adalah sekelompok sel yang
memiliki bentuk dan fungsi yang sama.Jaringan-jaringan yang berbeda dapat
bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan
dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi. Secara garis besar jaringan tumbuhan dapat dibedakan
menjadi jaringan meristematik dan jaringan dewasa. Jaringan meristem terbagi
menjadi dua, yaitu meristem primer dan sekunder.Macam-macam modifikasi epidermis
antara lain: stomata, dan trikomata (rambut-rambut).Fungsi
floem untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan hasil
fotosintesis dari bagian-bagian lain yang ada di bawahnya.Fungsi xilem adalah
mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar ke semua anggota tumbuhan
dan juga menjadi penyokong/kekuatan mekanis untuk tumbuhan.
5.2
Saran
Dalam melakukan percobaan sebaiknya kita harus lebih
teliti agar kita dapat dengan mudah menemukan jaringan-jaringan yang kita amati
di mikroskop dan supaya tidak terjadi kekeliruan saat menggambar
jaringan-jaringan tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim,2013. Buku panduan praktikum biologi umum.
http:// KOMUNITAS_BIOERS-epidermis-tumbuhan.html
http://
Pengertian-Jaringan-Pengangkut-Xilem-dan-Floem-pada-Tumbuhan-Biologi.htm
informasinya sangat bermanfaat, tetapi akan lebih baik lagi jika authornya tidk anonimous :)
BalasHapus