Sabtu, 14 Juni 2014

Laporan Praktikum Biologi "Histologi"

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA III. HISTOLOGI


150px-LogoUnib

Oleh:
Nama                            : Ayu Lestari
NPM                              : E1J013074
Sift/Pukul                     : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen Pembimbing     : Marulak Simarmata, Ph.D
Co. Ass                          : Petrus simatupang   





PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Jaringan adalah sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi.Secara garis besar jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi jaringan meristematik dan jaringan dewasa.Jaringan meristem terbagi menjadi dua, yaitu meristem primer dan sekunder. Jaringan meristem biasanya tersusun oleh sel-sel yang masih embrional atau sel yang masih aktif membelah. Pada ujung akar dan ujung batang yang telah dewasa terdapat jaringan yang tetap bersifat meristematik yang disebut titik tumbuh apikal. Titik tumbuh apikal ini yang membuat tumbuhan mampu semakin memanjang. Meristem sekunder merupakan jaringan yang sel-selnya tidak mengalami deferensiasi dan berfungsi sebagai jaringan dewasa, kemudian dapat melakukan aktivitas meristematis, misalnya kambium dan felogen (kambium gabus).Pada pertumbuhan sekunder, kambium dapat membentuk floem sekunder, xilem sekunder dan kadang-kadang membentuk jari-jari empelur(parenkim sekunder). Kambium terdapat pada semua tumbuhan dikotil.Jaringan dewasa terdiri dari :
a)      Epidermis yang berfungsi sebagai jaringan pelindung.
b)      Parenkim berfungsi sebagai jaringan dasar.
c)      Sklerenkim dan Kolenkim berfungsi sebagai jaringan penguat.
d)     Floem dan Xylem berfungsi sebagai jaringan pengangkut.

1.2  Tujuan
1.      Melihat epidermis, macam-macamtrikoma dan stomata.
2.      Melihatmacam-macam bentuk sel jaringan dasar (parenkim).
3.      Melihat jaringan penguat tumbuhan dan jaringan pengangkut tumbuhan.

1.3  Rumusan Masalah
1.      Gambar dan lengkapi ketiga keterangan diatas !
2.      Deskripikan semua modifikasi epidermis dan cari fungsi masing-masing alat modifikasi tersebut.
3.      Pelajari lebih lanjut tentang jaringan pengangkut xilem dan floem. Jelaskan fungsi masing-masing jaringan tersebut !
4.      Apa yang dimaksud dengan sistem transpor dari source ke sink pada tumbuhan?



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Histologi
            Histologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop pada sediaan jaringan yang dipotong tipis, salah satu dari cabang-cabang biologi. Histologi dapat juga disebut sebagai ilmu anatomi mikroskopis.
Jaringan mengaalami proses diferensiasi menurut fungsi dan bentuknya. Bila sel-sel telah berkelompok dan membentuk jaringan akan muncul fungsi dan hal khusus yang disebut diferensiasi, sehingga jaringan berkembang membentuk fungsi khusus (Anonymous, 2010).
Jaringan yang telah berdiferensiasi dalam waktu tertentu akan membentuk organ-organ yang memiliki fungsi khusus (Zainul Ahmad,2008).

Jaringan Meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah (mitosis) serta belum berdiferensiasi , ada beberapa macam jaringan meristem antara lain :
1.      Titik tumbuh terdapat pada ujung batang mengakibatkan memanjang/tumbuh primer.
2.      Perisikel (cambium) adalah tempat tumbuhnya cabang-cabang akar, letaknya anatra korteks dan silinder pusat.
3.      Kambium fesikuler (cambium primer) terdapat dianatra xylem dan floem pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Khusus untuk tumbuhan monokotil kambium membentuk xylem kearah dalam dan membentuk floem kea rah luar serta kesamping membentuk jaringan meristematik (Anonymous,2010).
4.      Kambium sekunder terdapat pada permukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan skunder, cambium gabus kearah luar membentuk sel gabus pengganti epidermis dan kearah dalam membentuk sel feloderm hidup, menyebabkan terjadinya lingkaran tahun (Anonymous,2010).
5.      Parenkim yaitu selnya berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Selnya berukuran besar, berdinding tipis dan renggang serta banyak ruang antar sek. Terletak pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah. Parenkim daun atau mesofil dan parenkim berklorofil disebut kolenkim (Anonymous,2010)


BAB III
METODOLOGI

3.1Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang histologi ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 21 Oktober  2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.

3.2  Alat dan Bahan Praktikum
1.      Alat
-Mikroskop                                                      - Selotip
-Pipet tetes                                                      -Gelas benda dan gelas penutup
-Silet                                                                -Tisu

2.      Bahan
-Daun durian                                                   -Tangkai enceng gondok
-Daun jagung                                                  -Awetan preparat/Hibiscus sp
-Kulit pisang                                                   -Kutek
-Air

3.3  Langkah Kerja
1.      Daun durian (Durio zibethius). Kerok permukaan bawah daun durian dan ambil beberapa trikoma serta tetesi air. Periksa di bawah mikroskop. Gambar dua sel (tunggal dan majemuk).
2.      Daun jagung (Zea mays). Bgian bawah daun jagung diolesi dan ditekan-tekan (supaya kutek menempel pada selotip). Lepas selotip tersebut dan tempelkan digelas preparat. Tutup dengan gelas penutup dan amati di bawah mikroskop.
3.      Kulit pisang (Musa sp). Keroklah bagian dalam kulit pisang dan ambil kerokan itu serta tetesi air. Periksalah di bawah mikroskop.
4.      Tangkai daun enceng gondok (Echornia crassifes). Buat sayatan melintang tangkai daun enceng gondok dan tetesi dengan air.Periksalah di bawah mikroskop.
5.      Preparat awetan dari penampang melintang batang Hibiscus sp. Amati di bawah mikroskop dan gambar dengan perbesaran kuat. Tunjukkan jaringan penguat (sklerenkim dan kolenkim), dan jaringan pengangkut xylem dan floem.


BAB IV
PEMBAHASAN

4.2 Modifikasi Epidermis dan Fungsinya
Modifikasi epidermis adalah suatu suatu bangunan atau alat tambahan pada epidermis yang berasal dari epidermis, tapi memiliki struktur dan fungsi yang berlainan dengan epidermis itu sendiri. Macam-macam modifikasi epidermis antara lain: stomata, dan trikomata (rambut-rambut).
1.Stomata
Stomataberasal dari bahasa Yunani yaitu stoma yang berarti lubang atau porus, jadi stomata adalah lubang-lubang kecil berbentuk lonjong yang dikelilingi oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penutup (Guard Cell), dimana selpenutup tersebut adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami kejadian perubahan bentuk dan fungsi yang dapat mengatur besarnya lubang-lubang yang ada diantaranya (Kartasaputra, 1988).
Stomata merupakan celah dalam epidermis yang dibatasi oleh dua sel epidermis yang khusus yakni sel penutup. Keadaan letak sel penutup yang berbeda dapat menentukan macam-macam stomata seperti :
ü  Stoma phanerophore yaitu stoma yang sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun, seperti pada tumbuh-tumbuhan hidrophyt. Stoma yang letaknya dipermukaan daun ini dapat menimbulkan banyaknya pengeluaran secara mudah dan selain itu epidermisnya tidak mempunyai lapisan kutikula.
ü  Stoma kriptophore yaitu stoma yang sel penutupnya berada jauh dipermukaan daun, biasanya terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering yang dapat langsung menerima radiasi matahari. Dengan demikian fungsinya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan, membantu fungsi epidermis, mempunyai lapisan kutikula yang tebal serta rambutrambut. Biasanya sering terdapat pada tumbuhan golongan kaktus.

Stomata mulai berkembang menjelang aktivitas maristematik pada epidermis dan terus berkemabng selama beberapa waktu, di saat daun memanjang dan meluas karena perbesaran sel. Pada daun yang bertulang sejajr dan dengan stomata tersusun dalam deretan memmanjang, pe,bentukan stomata mulai diujung dan melanjut kearah dasar daun atau basipetal. Pada daun bertulang jala, seperti pada kebanyakan dikotil, terdapat stomata dalam taraf perkembangan yang berbeda-beda.

2.Trikoma
Trikomata merupakan rambut bersel satu atau bersel banyak dibentuk dari sel epidermis, struktur yang lebih besar dan padat seperti kutil dan duri, tersusun oleh jaringan epidermis atau jaringan di bawah epidermis(emergens).
Trikoma dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a.       Trikoma non glandular (tidak menghasilkan sekret)
·         Rambut uniselular sederhana atau multiselular uniseriat, yang tidakmemipih,  umum dijumpai pada Lauraceae, Moraceae, Triticium, Hordeum, Pelargonium, dan Gossypium.
·         Rambut skuamiform (bentuk sisik) yang multiselular dan memipih nyata sekali. Contohnya pada Olea dan Cruciferae.
·         Rambut multiselular yang dapat berbentuk bintang atau tempat lilin bercabang. Misalnya pada Styrak, Platanus, dan Verbacum.
·         Rambut kasar, trikoma kasar berserat, yang dipangkalnya terdiri atas sedikitnya dua atau lebih deretan sel yang berdampingan.
Trikoma glandular (menghasilkan sekret)
Trikoma ini dapat bersel satu, bersel banyak, atau berupa sisik.Trikom glandular terlibat dalam sekresi berbagai bahan, contohnya: trikom sekresi garam, trikom sekresi nektar, trikom sekresi getah, trikom sekresi terpentin, koleter, rambut sengat, rambut akar,
Fungsi trikoma pada masing-masing organ:
·         Pada daun untuk mengurangi penguapan, mengurangi gangguan hewan dan manusia, meneruskan rangsang.
·         Pada bunga (nektaria) mengeluarkan madu untuk menarik serangga membantunpenyerbukan.
·         Pada biji untuk mencegah gangguan serangga yang akan merusak biji, menyerap air sehingga biji menjadi lekas berkecambah dan tumbuh.  Pada batang untuk mjengurangi penguapan dan untuk memanjat (kaktus, rotan).
Trikoma lain juga terspesialisai adalah rambut gatal pada Urtica. Trikoma terdiri dari sel panjang yang memiliki dasar yang lebar membengkak sedangkanbagian atasnya sempit dan runcing. Dinding bagian ujung yang runcingmengandung silica, sedangkan bagian tepat dibawahnya mengandung kalsium.Bila rambut tersentuh ujung runcing yang membulat itu akan patah di daerahbatas, sisanya yang berujung runcing dengan mudah menembus kulit orang yangmenyentuh tumbuhan tersebut. Disaat itulah kandungan rambut (histamine danasetilkolin) masuk ke kulit menimbulkan rasa gatal.Rambut sekresi bersel satu dan bersel banyak yang menghasilkan nectarterdapat pada bunga atau di bagian lain di luar bunga. Beberapa diantaranya tidakberkutikula, dan nectar disekresikan secara berdifusi. Pada rambut lain, selmemiliki kutikula. Dalam hal itu, dinding terluar dari sel kepala rambut yangbersangkutan perlahan-lahan membengkak dan meluas sehingga terbentuk lapisanlender menyerupai kubah di bawah kutikula. Lapisan tersebut terus meluas dandengan demikian menekan lapisan bagian dalam dari dinding luar kea rah lumensel yang hampor seluruhnya rusak. Akhirnya, kutikula pecah dan zat lendertempat terkumpulnya nectar terbawa ke permukaan organ, misalnya pada Hibiscus dan Abutilon.

4.3Fungsi Floem dan Xylem
Floem berfungsi untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan hasil fotosintesis dari bagian-bagian lain yang ada di bawahnya.  Floem mempunyai susunan jaringan yang sifatnya demikian kompleks, terdiri atas beberapa macam bentuk sel dan di antaranya terdapat sel-sel yang masih tetap hidup atau aktif dan sel-sel yang telah mati.
Xilem adalah suatu komponen jaringan pengangkut yang mempunyai dua fungsi utama. Dimana fungsi tersebut adalah mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar ke semua anggota tumbuhan dan juga menjadi penyokong/kekuatan mekanis untuk tumbuhan.

4.4 Sistem Transpor dari Source ke Sink Pada Tumbuhan
            Source adalah jaringan yang mensuplai asimilat, organ tanaman yang aktif berfotosintesis itu adalah daun dan bagian tanaman yang berwarna hijau (mengandung klorofil). Sedangkan sink adalah jaringan yang menampung atau menerima asimilat, tetapi tidak aktif berfotosintesis seperti pada buah, biji, dan umbi.





BAB V
PENUTUP

5.1Kesimpulan
          Jaringan adalah sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi. Secara garis besar jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi jaringan meristematik dan jaringan dewasa. Jaringan meristem terbagi menjadi dua, yaitu meristem primer dan sekunder.Macam-macam modifikasi epidermis antara lain: stomata, dan trikomata (rambut-rambut).Fungsi floem untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan hasil fotosintesis dari bagian-bagian lain yang ada di bawahnya.Fungsi xilem adalah mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar ke semua anggota tumbuhan dan juga menjadi penyokong/kekuatan mekanis untuk tumbuhan.

5.2 Saran
            Dalam melakukan percobaan sebaiknya kita harus lebih teliti agar kita dapat dengan mudah menemukan jaringan-jaringan yang kita amati di mikroskop dan supaya tidak terjadi kekeliruan saat menggambar jaringan-jaringan tersebut.







DAFTAR PUSTAKA
Anonim,2013. Buku panduan praktikum biologi umum.
http:// KOMUNITAS_BIOERS-epidermis-tumbuhan.html
http:// Pengertian-Jaringan-Pengangkut-Xilem-dan-Floem-pada-Tumbuhan-Biologi.htm



1 komentar:

  1. informasinya sangat bermanfaat, tetapi akan lebih baik lagi jika authornya tidk anonimous :)

    BalasHapus