Sabtu, 14 Juni 2014

Laporan Praktikum Biologi "Bunga dan Buah"

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA V. BUNGA DAN BUAH


150px-LogoUnib

Oleh:
Nama                            : Ayu Lestari
NPM                              : E1J013074
Sift/Pukul                     : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen Pembimbing     : Marulak Simarmata, Ph.D
Co. Ass                          : Petrus Simatupang   




PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Bunga adalah bagian tanaman yang mengandung struktur alat perbanyakan generatif.
Pada umumnya bunga majemuk memilki empat organ utama, yaitu kelopak (sepal), mahkota (petal), benang sari (stamen), dan putik (pistil). Benang sari terdiri dari tangkai sari (filament), putik (stigma), tangkai putik (style), dan bakal buah (ovary).
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dapat digolongkan ke dalam bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki ke empat organ bunga (kelopak, mahkota, benang sari dan putik) dan bunga tak lengkap, yaitu bunga yag tidak memiliki salah satu atau lebih organ bunga tersebut. Dilihat dari alat generatifnya, ada bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki benang sari dan putik. Sedangkan bunga tidak sempurna hanya memiliki salah satu organ generative tersebut. Dalam hal ini maka ada bunga jantan (staminate) dan ada pula bunga betina (pistilate).
            Buah berasal dari bakal buah, akan tetapi apa yang dimakan manusia secara awam disebut buah, tidak selalu berasal dari bakal buah.Bagian-bagian yang dimakan ini adalah jaringan-jaringan yang berasal dari berisi cadangan makanan yang berupa karbohidrat atau gula. Bagian ini bisa berasal dari berbagai macam bagian bunga.
Setelah terjadi penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi biji. Bagi tumbuhan biji (spermathophyta), biji ini merupakan alat perkembangbiakkan utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga).

1.2  Tujuan
1.      Mengenal bunga tunggal dan majemuk, bagian-bagian bunga, dan bentuk mahkota bunga.
2.      Mengenal bermacam-macam buah sejati/telanjang dan buah palsu/semu/tertutup.
3.      Mengetahui bagian-bagian mana yang dimakan dari suatu buah.
4.      Mengenal bagian-bagian dari biji.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Bunga, Buah dan Biji
Bunga sangat beragam bentuknya meskipun demikian, persamaan yang pokok di antara bunga bermacam tumbuhan itu lebih besar dibandingkan dengan kelainannya, karena semua bunga mempunyai kerangka struktur dasar yang sama. Menurut botaniawan, bunga adalah sepotong batang atau cabang dengan sekumpulan daun yang mengalami metamorfosis yang berhubungan dengan fungsinya untuk bereproduksi. Dikatakan mengalami perubahan bentuk karena di antara daun-daun ini ada yang mungkin menyerupai daun biasa, tetapi yang lain berbeda sekali dalam strukturnya sehingga sukar dinamakan daun (Tjitrasam, 1983).
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Cerita lengkap mengenai biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam stamen dan pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan kulit biji dan perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh tumbuhan muda ketika biji berkecambah (Yuniarsih, 1996).
Uraian mengenai bunga dan perkembangan selanjutnya sampai terbentuk biji yang telah diutarakan pada tinjauan di atas hanyalah mengungkapkan sebagian mengenai riwayat perkembangbiakan seksual pada tumbuhan bunga. Pembahasan tentang hal ini belum lengkap bila tidak disinggung-singgung perihal buah, penyebaran buah serta biji dan perkecambhan biji (Tjahjadi, 1988).
Apa sebenarnya buah itu? Sesudah pembuahan, maka bakal buah, bersama-sama dengan bijinya, berkembang menjadi buah. Dinding bakal buah matang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga, sebab itulah istilah “angiospermai” yang artinya biji tertutup. Beberapa  buah menjadi kering pada waktu matang, yang lain berdaging. Beberapa buah kering ini merekah pada waktu matang, tetapi ada juga yang tidak merekah. Macam buah yang terakhir ini biasanya berukuran kecil, kering dan berbiji tunggal, seperti misalnya buah bunga matahari dan jagung yang lebih dikenal dengan sebutan biji (Tjahjadi, 1988).
Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan lebih luas dari pada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati (Anonim, 2012).

2.2 Bagian-Bagian Bunga dan Buah
1.      Bagian-bagian Bunga:
a.       Kelopak (sepal)
b.      Mahkota (petal)
c.       Benang sari (stamen)
d.      Putik (pistil)

2.      Bagian-bagian buah:
a.       Daun-daun pelindung                              
b.      Tangkai bunga      
c.       Dasar bunga                                             
d.      Daun-daun kelopak
e.       Tenda bunga dan ibu tangkai bunga
f.       Tangkai bunga
g.      Kepala putik 

3.      Bagian-bangian biji:
a.       Kulit biji (spermodermis)
b.      Tali pusat (funiculuc)
c.       Inti biji (nucleus seminalis)
d.      Lembaga (embryo)
e.       Putih lembaga (albumen)


BAB III
METODOLOGI

3.1Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang bunga dan buah ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 11 November 2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.

3.2  Alat dan Bahan
1.      Alat
-Alat tulis                                                        -Pisau/Silet
-Pensil gambar                                     -Kaca pembesar

2.      Bahan
-Bunga kembang sepatu                                  -Apel
-Bunga kacang tanah                                      -Jeruk
-Bunga kembang merak                                  -Nangka
-Bunga asoka                                                  -Padi
-Bunga betina jagung                                      -Ercis dan kacang merah
3.3 Prosedur Kerja
Ø  Bunga
1.      Tulis nama latin dari preparat no. 1 samapai 5 (familia dan spesies)
2.      Gambar bagian bunga secara lengkap dan berilah keterangan dalam Bahasa Indonesia dan Latin.
3.      Keterangan yang harus dilengkapi:
a.       Bunga lengkap atau tidak lengkap
b.      Bunga sempurna atau tidak sempurna
c.       Jumlah benang sari dan putik
d.      Bentuk mahkota
e.       Bunga tunggal atau majemuk (jika bunga majemuk sebutkan susunannya)
4.      Tugas tambahan:
a.       Uraikan fungsi mahkota bunga
b.      Kegunaan dan fungsi bunga, dan
c.       Sususnan bunga majemuk dan berikanlah contoh masing-masing satu.

Ø  Buah
1.      Tulis nama latin dari preparat yang digunakan (Familia dan spesies)
2.      Gambar bagian-bagian dan berilah keterangan dalam Bahasa Indonesia dan latin
3.      Keterangan lainnya meliputi:
a.       Bagian-bagian buah                                        c. Macam buah
b.      Bagian-bagian biji                                           d. Bagian yang dimakan




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan
A.    Bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis)
            Sistematika dari bunga sepatu adalah sebagai berikut:
ü  Familia            : Malvaceceae
ü  Genus              : Hibicus
ü  Spesies            : Hibicus rosasinenis
Berdasarkan hasil pengamatan pada bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) ini termasuk dalam bunga tunggal. Bagian-bagiannya yaitu kepala putik, benang sari, daun mahkota, kelopak, daun kelopak, tangkai bunga, tangkai sari, dan tangkai putik. Oleh karena itu bunga ini juga disebut dengan bunga lengkap. Bunga sepatu ini tumbuh pada ketiak daun.Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah-buahan.

B.     Bunga Asoka ( Ixora paludosa )
Sistematika dari bunga asoka adalah sebagai berikut:
ü  Famili              : Rubiaceae
ü  Genus              : Ixora
ü  Spesies            : Ixora paludosa

Ixora paludosa merupakan tanaman berbunga majemuk (planta multiflora) termasuk
dalam tumbuhan majemuk tak berbatas (inflorescentian racemosa) yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ibu tangkai) dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Pada bunga asoka terdapat calyx (kelopak) yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yang melindungi kuncup tadi terhadap pengaruh-pengaruh dari luar, corolla (mahkota) yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Terdapat pula putik (pistilum) yang merupakan alat kelamin betina. Ixora paludosa  ini merupakan tanaman yang berbunga betina (flos femineus), yaitu bunga yang tidak mempunyai benang sari melainkan hanya putik saja

C.    Bunga Merak ( Caesalpinia pulchemma )
Sistematika dari bunga merak aalah sebagai berikut:
ü  Famili              : Fabaceae
ü  Genus              : Caesalpinia
ü  Spesies            : Caesalpinia pulcherrima

              Berdasarkan hasil pengamatan pada bunga merak ini termasuk dalam bunga majemukyaitu bunga majemuk tak terbatas karena bunga ini ibu tangkainya dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak dan mempunyai susunan acropental. Dilihat dari bagian-bagiannya jenis bunga ini sama dengan bunga sepatu yaitu bagian-bagiannya adalahtangkai putik, putik, tangkai sari, benang sari, daun mahkota, mahkota, tangkai bunga, dan kelopak. Maka dari itu bunga ini juga di sebut dengan bunga lengkap. Bunga ini tumbuh pada ujung ibu tangkai  dan termasuk bunga tandon.

D.    Buah Apel (Pyrus malus )
Sistematika dari buah apel adalah sebagai berikut:
ü  Famili              : Rosaceae
ü  Genus              : Pyrus
ü  Spesies            : Pyrus malus 

Buah apel adalah salah termasuk kategori buah sejati tunggal yang berdaging  atau
buah pome. Inti buah apel memiliki lima gynoecium yang tersusun seperti bintang lima mata, masing-masing berisi satu hingga tiga biji. Adapun struktur dari buah apel yaitu terdiri dari kulit buah(exocarpium), merupakan lapisan tipis, tetapi sering kali kuat atau kaku seperti kulit, dengan permukaan yang licin, kulit tengah atau daging buah (mesocarpium), biasanya tebal berdaging, berserabut dan dapat dimakan, serta kulit dalam(endocarpium), yang berbatasan dengan ruang yang mengandung biji, seringkali cukup tebal dan keras.
Sedangkan struktur dari biji buah apel terdiri dari kulit biji (spermodermis) yang berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Kulit biji ini dibedakan menjadi 2 bagian yaitu lapisan kulit luar (testa) yang berfungsi sebagai pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam dan lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, sering dinamakan juga kulit ari. Di dalam biji apel juga terbapat lembaga (embryo) yang merupakan calon tumbuhan baru dan nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.

E.     Buah Nangka ( Artocarpus heterophylla )
Sistematika dari buah nangka adalah sebagai berikut:
ü  Famili                   : Moraceae 
ü  Genus                   : Artocarpus
ü  Spesies                 : Artocarpus heterophylla

Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang yang sudah tua. Buah majemuk (syncrap), terbentuk gelondongan memanjang, seringkali tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk duri pendek yang lunak.

F.     Buah Jeruk ( Citrus sp )
Sistematika dari buah jeruk adalah sebagai berikut:
ü  Famili              : Rutaceae
ü  Genus              : Citrus
ü  Spesies            : sp
Buah bertipe “buah jeruk” (hesperidium), semacam buah buni, membulat atau seperti tabung, ukuran bervariasi dengan diameter 2-30 cm tergantung jenisnya. Buah jeruk (hesperidium) adalah variasi dari buah buni dengan tiga lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi kelenjar minyak, lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan, serta lapisan dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung itu.

G.    Padi (Oryza sativa )
Sistematika dari padi adalah sebagai berikut:
ü  Famili        : Poaceae
ü  Genus        : Oryza
ü  Spesies      : satriva
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.

H.    Kacang Ercis ( Pisum sativum )
Sistematika dari kacang ercis adalah sebagai berikut:
ü  Famili              : Fabaceae
ü  Genus              : Pisum
ü  Spesies            : sativum
Kacang Ercisdisebut juga buah polong, bagian-bagiannya terdiri dari tangkai buah,daun pelindung,tali pusat,papan biji,buah sejati, dan kulit.
I.       Kacang Merah ( Vigna angularis)
Sistematika dari kacang merah adalah sebagai berikut:
ü  Famili              :Fabaceae
ü  Genus              : Vigna
ü  Spesies            : angularis

Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau inferior. Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana.Polong ini biasanya berisi biji lebih dari satu. Kacang tanah ini temasuk buah merekah pada golongan legume yaitu buah yang terdiri atas satu carpel, satu dinding ovary, dan berasal dari pistil sederhana. See poods legume ini merekah sepanjang dua sisi, sewaktu masak.



4. Tugas Tambahan
a.       Fungsi dari mahkota bunga yaitu untuk menarik perhatian serangga, dan untuk membantu penyerbukan.
b.      Kegunaan dan fungsi bunga yaitu, bunga sebagai organ seksual sebagai wadah menyatukan  gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Bahwa bunga adalah analog dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara ilmiah pada abad ke-17 di Eropa.
c.       Susunan bunga majemuk atau inflorescence. Pada beberapa spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal), misalnya pada Anthurium dan bunga matahari. Satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Secara botani, bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah. Pada tumbuhan berbunga, buah adalah struktur yang membawa dan melindungi biji.


BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Buah Tunggal (Sejati) Buah tunggal (sejati) adalah  buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
buah semu. Buah semu atau buah tertutup adalah buah yang terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga tersebut yang menjadi bagian utama pada buah. Yang kita makan pada buah yaitu dagingnya bukan bijinya. B
agian dari biji embrio adalah jaringan penyimpan makanan, dan pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji.

5.2 Saran
Sebagai pembelajaran untuk praktikum selanjutnya agar setiap praktikan dapat lebih teratur lagi dan penuh keseriusan dalam menekuninya agar bisa menjadi hasil dari peneliti yang sesungguhnya.





DAFTAR PUSTAKA
Anonim,2013. Buku panduan praktikum biologi umum.
Anonim, 2012. Struktur dan type buah. http//:www.wikipedia.com.Diakses pada tanggal 16          November Pukul 19.45 WIB.
Campbell, dkk.2003.biologi. Jakarta. Erlangga
Tjitrasam, 1983. Botani umum I. Angkasa: Bandung.
Yuniarsih, 1996.Kedelai. Kanisius: Yogyakarta.
Tjahjadi, 1988. Salak. Kanisius: Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar