LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA V. BUNGA DAN
BUAH

Oleh:
Nama : Ayu Lestari
NPM : E1J013074
Sift/Pukul : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen
Pembimbing : Marulak Simarmata, Ph.D
Co.
Ass : Petrus Simatupang
PROGRAM
STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN
BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bunga adalah bagian tanaman yang mengandung struktur
alat perbanyakan generatif.
Pada umumnya bunga majemuk memilki
empat organ utama, yaitu kelopak (sepal), mahkota (petal), benang sari
(stamen), dan putik (pistil). Benang sari terdiri dari tangkai sari (filament),
putik (stigma), tangkai putik (style), dan bakal buah (ovary).
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dapat digolongkan ke dalam bunga
lengkap, yaitu bunga yang memiliki ke empat organ bunga (kelopak, mahkota,
benang sari dan putik) dan bunga tak lengkap, yaitu bunga yag tidak
memiliki salah satu atau lebih organ bunga tersebut. Dilihat dari alat
generatifnya, ada bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga
sempurna adalah bunga yang memiliki benang sari dan putik. Sedangkan bunga
tidak sempurna hanya memiliki salah satu organ generative tersebut. Dalam hal
ini maka ada bunga jantan (staminate) dan ada pula bunga betina (pistilate).
Buah
berasal dari bakal buah, akan tetapi apa yang dimakan manusia secara awam
disebut buah, tidak selalu berasal dari bakal buah.Bagian-bagian yang dimakan
ini adalah jaringan-jaringan yang berasal dari berisi cadangan makanan yang
berupa karbohidrat atau gula. Bagian ini bisa berasal dari berbagai macam
bagian bunga.
Setelah terjadi penyerbukan yang
diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi biji. Bagi tumbuhan biji
(spermathophyta), biji ini merupakan alat perkembangbiakkan utama, karena biji
mengandung calon tumbuhan baru (lembaga).
1.2
Tujuan
1. Mengenal
bunga tunggal dan majemuk, bagian-bagian bunga, dan bentuk mahkota bunga.
2. Mengenal
bermacam-macam buah sejati/telanjang dan buah palsu/semu/tertutup.
3. Mengetahui
bagian-bagian mana yang dimakan dari suatu buah.
4.
Mengenal bagian-bagian
dari biji.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Pengertian Bunga, Buah dan Biji
Bunga sangat
beragam bentuknya meskipun demikian, persamaan yang pokok di antara bunga
bermacam tumbuhan itu lebih besar dibandingkan dengan kelainannya, karena semua
bunga mempunyai kerangka struktur dasar yang sama. Menurut botaniawan, bunga
adalah sepotong batang atau cabang dengan sekumpulan daun yang mengalami
metamorfosis yang berhubungan dengan fungsinya untuk bereproduksi. Dikatakan
mengalami perubahan bentuk karena di antara daun-daun ini ada yang mungkin
menyerupai daun biasa, tetapi yang lain berbeda sekali dalam strukturnya sehingga
sukar dinamakan daun (Tjitrasam, 1983).
Biji merupakan suatu struktur
kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan
makanan cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga
biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di
sekililingnya. Cerita lengkap mengenai biji harus menerangkan
perubahan-perubahan yang terjadi dalam stamen dan pistil, proses penyerbukan,
perkembangan embrio, pembentukan kulit biji dan perkembangan penyediaan
cadangan makanan yang digunakan oleh tumbuhan muda ketika biji berkecambah
(Yuniarsih, 1996).
Uraian mengenai bunga dan
perkembangan selanjutnya sampai terbentuk biji yang telah diutarakan pada
tinjauan di atas hanyalah mengungkapkan sebagian mengenai riwayat
perkembangbiakan seksual pada tumbuhan bunga. Pembahasan tentang hal ini belum
lengkap bila tidak disinggung-singgung perihal buah, penyebaran buah serta biji
dan perkecambhan biji (Tjahjadi, 1988).
Apa sebenarnya buah itu? Sesudah
pembuahan, maka bakal buah, bersama-sama dengan bijinya, berkembang menjadi
buah. Dinding bakal buah matang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga,
sebab itulah istilah “angiospermai” yang artinya biji tertutup.
Beberapa buah menjadi kering pada waktu matang, yang lain berdaging.
Beberapa buah kering ini merekah pada waktu matang, tetapi ada juga yang tidak
merekah. Macam buah yang terakhir ini biasanya berukuran kecil, kering dan
berbiji tunggal, seperti misalnya buah bunga matahari dan jagung yang lebih
dikenal dengan sebutan biji (Tjahjadi, 1988).
Pengertian buah dalam lingkup
pertanian (hortikultura) atau pangan lebih luas dari pada pengertian buah di
atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak
terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari
perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai
menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati (Anonim, 2012).
2.2
Bagian-Bagian Bunga dan Buah
1.
Bagian-bagian
Bunga:
a. Kelopak
(sepal)
b. Mahkota
(petal)
c. Benang
sari (stamen)
d. Putik
(pistil)
2.
Bagian-bagian
buah:
a. Daun-daun
pelindung
b. Tangkai
bunga
c. Dasar
bunga
d. Daun-daun
kelopak
e. Tenda
bunga dan ibu tangkai bunga
f. Tangkai
bunga
g. Kepala
putik
3.
Bagian-bangian
biji:
a. Kulit
biji (spermodermis)
b. Tali
pusat (funiculuc)
c. Inti
biji (nucleus seminalis)
d. Lembaga
(embryo)
e. Putih
lembaga (albumen)
BAB
III
METODOLOGI
3.1Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang bunga
dan buah ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 11 November 2013. Pada pukul
12.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas
Pertanian, Universitas Bengkulu.
3.2
Alat
dan Bahan
1.
Alat
-Alat
tulis -Pisau/Silet
-Pensil
gambar -Kaca
pembesar
2.
Bahan
-Bunga
kembang sepatu -Apel
-Bunga
kacang tanah -Jeruk
-Bunga
kembang merak -Nangka
-Bunga
asoka -Padi
-Bunga
betina jagung -Ercis
dan kacang merah
3.3 Prosedur Kerja
Ø Bunga
1. Tulis
nama latin dari preparat no. 1 samapai 5 (familia dan spesies)
2. Gambar
bagian bunga secara lengkap dan berilah keterangan dalam Bahasa Indonesia dan
Latin.
3. Keterangan
yang harus dilengkapi:
a. Bunga
lengkap atau tidak lengkap
b. Bunga
sempurna atau tidak sempurna
c. Jumlah
benang sari dan putik
d. Bentuk
mahkota
e. Bunga
tunggal atau majemuk (jika bunga majemuk sebutkan susunannya)
4. Tugas
tambahan:
a. Uraikan
fungsi mahkota bunga
b. Kegunaan
dan fungsi bunga, dan
c. Sususnan
bunga majemuk dan berikanlah contoh masing-masing satu.
Ø Buah
1. Tulis
nama latin dari preparat yang digunakan (Familia dan spesies)
2. Gambar
bagian-bagian dan berilah keterangan dalam Bahasa Indonesia dan latin
3. Keterangan
lainnya meliputi:
a. Bagian-bagian
buah c.
Macam buah
b. Bagian-bagian
biji d.
Bagian yang dimakan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
A. Bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis)
Sistematika
dari bunga sepatu adalah sebagai berikut:
ü Familia
: Malvaceceae
ü Genus : Hibicus
ü Spesies : Hibicus rosasinenis
Berdasarkan hasil pengamatan pada bunga
sepatu (Hibiscus rosasinensis) ini termasuk dalam bunga tunggal. Bagian-bagiannya yaitu
kepala putik, benang sari, daun mahkota, kelopak, daun kelopak, tangkai bunga,
tangkai sari, dan tangkai putik. Oleh karena itu bunga ini juga disebut dengan
bunga lengkap. Bunga sepatu ini tumbuh pada ketiak daun.Biji terdapat di dalam buah
berbentuk kapsul berbilik lima. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar
bunga. Bunga bisa mekar menghadap atas, ke bawah, atau menghadap ke samping.
Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah-buahan.
B.
Bunga Asoka ( Ixora paludosa )
Sistematika dari
bunga asoka adalah sebagai berikut:
ü
Spesies : Ixora paludosa
Ixora
paludosa merupakan tanaman berbunga majemuk
(planta multiflora) termasuk
dalam
tumbuhan majemuk tak berbatas (inflorescentian racemosa) yaitu bunga majemuk
yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat
bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda
semakin dekat dengan ibu tangkai) dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar
berturut-turut dari bawah ke atas. Pada bunga asoka terdapat calyx (kelopak)
yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna
hijau, dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yang melindungi
kuncup tadi terhadap pengaruh-pengaruh dari luar, corolla (mahkota) yaitu
bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Terdapat pula putik (pistilum)
yang merupakan alat kelamin betina. Ixora
paludosa ini merupakan tanaman yang
berbunga betina (flos femineus), yaitu bunga yang tidak mempunyai benang sari
melainkan hanya putik saja
C. Bunga Merak ( Caesalpinia pulchemma )
Sistematika
dari bunga merak aalah sebagai berikut:
ü Famili : Fabaceae
ü Genus : Caesalpinia
ü Spesies : Caesalpinia
pulcherrima
Berdasarkan
hasil pengamatan pada bunga merak ini termasuk dalam bunga majemukyaitu bunga
majemuk tak terbatas karena bunga ini ibu tangkainya dapat tumbuh terus dengan
cabang-cabang yang
dapat bercabang lagi atau tidak dan mempunyai susunan acropental. Dilihat dari
bagian-bagiannya jenis
bunga ini sama dengan bunga sepatu yaitu bagian-bagiannya
adalahtangkai putik, putik, tangkai sari, benang sari, daun mahkota, mahkota,
tangkai bunga, dan kelopak. Maka dari itu bunga ini juga di sebut dengan bunga
lengkap. Bunga ini tumbuh pada ujung ibu tangkai dan termasuk bunga tandon.
D.
Buah Apel (Pyrus malus )
Sistematika
dari buah apel adalah sebagai berikut:
ü Spesies : Pyrus malus
Buah apel adalah salah termasuk kategori buah sejati tunggal
yang berdaging atau
buah pome.
Inti buah apel memiliki lima gynoecium
yang tersusun seperti bintang lima mata,
masing-masing berisi satu hingga tiga biji. Adapun
struktur dari buah apel yaitu terdiri dari kulit buah(exocarpium), merupakan
lapisan tipis, tetapi sering kali kuat atau kaku seperti kulit, dengan
permukaan yang licin, kulit tengah atau daging buah (mesocarpium), biasanya
tebal berdaging, berserabut dan dapat dimakan, serta kulit dalam(endocarpium), yang
berbatasan dengan ruang yang mengandung biji, seringkali cukup tebal dan keras.
Sedangkan struktur dari biji buah apel terdiri dari
kulit biji (spermodermis) yang berasal dari selaput bakal
biji (integumentum). Kulit biji ini dibedakan menjadi 2 bagian
yaitu lapisan kulit luar (testa) yang berfungsi sebagai
pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam dan lapisan kulit
dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, sering
dinamakan juga kulit ari. Di dalam biji apel juga terbapat lembaga (embryo) yang
merupakan calon tumbuhan baru dan nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
E.
Buah Nangka ( Artocarpus heterophylla )
Sistematika
dari buah nangka adalah sebagai berikut:
ü
Famili :
Moraceae
ü
Genus : Artocarpus
ü
Spesies :
Artocarpus heterophylla
Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan
muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada
sisi batang atau cabang yang sudah tua. Buah majemuk (syncrap), terbentuk
gelondongan memanjang, seringkali tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada
sisi luar membentuk duri pendek yang lunak.
F.
Buah Jeruk (
Citrus sp )
Sistematika
dari buah jeruk adalah sebagai berikut:
ü Famili : Rutaceae
ü Genus : Citrus
ü Spesies : sp
Buah
bertipe “buah jeruk” (hesperidium),
semacam buah buni, membulat atau seperti tabung, ukuran bervariasi dengan
diameter 2-30 cm tergantung jenisnya. Buah
jeruk (hesperidium) adalah variasi dari buah buni dengan tiga lapisan
dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi kelenjar minyak, lapisan tengah
yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan, serta lapisan
dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung berisi cairan di
dalamnya. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung itu.
G.
Padi (Oryza sativa )
Sistematika
dari padi adalah sebagai berikut:
ü Famili : Poaceae
ü Genus : Oryza
ü Spesies : satriva
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding
buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini
kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Bulir
atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar,
terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron
(hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan
makanan), dan embrio.
H.
Kacang
Ercis ( Pisum sativum )
Sistematika
dari kacang ercis adalah sebagai berikut:
ü Famili : Fabaceae
ü
Genus : Pisum
ü Spesies : sativum
Kacang
Ercisdisebut juga buah polong, bagian-bagiannya terdiri dari tangkai buah,daun
pelindung,tali pusat,papan biji,buah sejati, dan kulit.
I. Kacang Merah ( Vigna
angularis)
Sistematika
dari kacang merah adalah sebagai berikut:
ü Genus : Vigna
ü Spesies : angularis
Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih,
ovary superior atau inferior. Kebanyakan angiosperm mempunyai buah
sederhana.Polong ini biasanya berisi biji lebih dari satu. Kacang tanah ini
temasuk buah merekah pada golongan legume yaitu buah yang
terdiri atas satu carpel, satu dinding ovary, dan berasal dari pistil sederhana.
See poods legume ini merekah sepanjang dua sisi, sewaktu
masak.
4. Tugas Tambahan
a.
Fungsi dari mahkota
bunga yaitu untuk menarik perhatian serangga, dan untuk membantu penyerbukan.
b. Kegunaan
dan fungsi bunga yaitu, bunga sebagai organ seksual sebagai wadah menyatukan gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji.
Bahwa bunga adalah analog dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara
ilmiah pada abad ke-17 di Eropa.
c. Susunan
bunga majemuk atau inflorescence. Pada beberapa
spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal), misalnya
pada Anthurium dan bunga
matahari. Satuan bunga yang menyusun bunga
majemuk disebut floret.
Secara botani,
bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan biji.
Penyerbukan dan
pembuahan berlangsung
pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah.
Pada tumbuhan berbunga, buah adalah struktur yang membawa dan melindungi biji.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Buah Tunggal
(Sejati) Buah tunggal (sejati) adalah buah yang terbentuk dari
satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
buah semu. Buah semu atau buah tertutup adalah buah yang terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga tersebut yang menjadi bagian utama pada buah. Yang kita makan pada buah yaitu dagingnya bukan bijinya. Bagian dari biji embrio adalah jaringan penyimpan makanan, dan pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji.
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
buah semu. Buah semu atau buah tertutup adalah buah yang terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga tersebut yang menjadi bagian utama pada buah. Yang kita makan pada buah yaitu dagingnya bukan bijinya. Bagian dari biji embrio adalah jaringan penyimpan makanan, dan pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji.
5.2 Saran
Sebagai pembelajaran untuk
praktikum selanjutnya agar setiap praktikan dapat lebih teratur lagi dan penuh
keseriusan dalam menekuninya agar bisa menjadi hasil dari peneliti yang
sesungguhnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim,
2012. Struktur dan type buah. http//:www.wikipedia.com.Diakses pada tanggal
16 November Pukul 19.45 WIB.
Campbell, dkk.2003.biologi.
Jakarta. Erlangga
Tjitrasam,
1983. Botani umum I. Angkasa:
Bandung.
Yuniarsih,
1996.Kedelai. Kanisius: Yogyakarta.
Tjahjadi,
1988. Salak. Kanisius: Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar