LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA IV. MORFOLOGI
AKAR, BATANG, DAN DAUN SERTA MODIFIKASINYA

Oleh :
Nama :
Ayu Lestari
NPM : E1J013074
Sift/Pukul : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen
Pembimbing : Marulak Simarmata, Ph.D
Co.
Ass : Petrus simatupang
PROGRAM
STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN
BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tumbuhan
adalah tonggak dari sebagian besar ekosistem teresterial (daratan). Bagian tumbuhan yang pokok hanyalah
tiga saja, yaitu: akar, batang dan daun, sedang bagian-bagian lain pada
tumbuhan hanyalah penjelmaan salah satu di antara ketiga bagian pokok tersebut. Batang merupakan bagian tubuh
tumbuhan yang amat penting, dan mengingat tempat dan kedudukan batang bagi
tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
Akar tumbuhan merupakan struktur tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar adalah tempat masuknya mineral atau zat-zat hara. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan. Tumbuhan dikotil dan monokotil ada perbedaan sistem perakaran. Pada akar tumbuhan monokotil terususun sistem akar serabut dan pada tumbuhan dikotil tersusun sistem akar tunggang.
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
Akar tumbuhan merupakan struktur tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar adalah tempat masuknya mineral atau zat-zat hara. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan. Tumbuhan dikotil dan monokotil ada perbedaan sistem perakaran. Pada akar tumbuhan monokotil terususun sistem akar serabut dan pada tumbuhan dikotil tersusun sistem akar tunggang.
1.2 Tujuan
1.
Mengenal akar, batang, dan daun
serta bentuk metamorfosa dari akar, batang dan daun.
2.
Mengenal bagian-bagian daun, bangun,
ujung, pangkal tulang, toreh, tepi daging daun dan duduk daun.
3.
Mengenal susunan daun tunggal dan
majemuk.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Akar
Ø Sitem
perakaran :akar tunggang,serabut.
Ø Bagian
akar : leher akar,ujung akar,batang akar,cabang-cabang akar,serabut
akar,rambut-rambut akar,tudung akar.
v Metamorfosa
akar,batang,daun
Ø Stolon
Ø Sulur
Ø Piala,
gelembung
Ø Rhizoma
Ø Kuncup
Ø Umbi
Ø Umbi
lapis
Ø Duri
2.2
Batang
Ø Sifat-sifat
batang : basah, berkayu, rumput, mendong.
Ø Bentuk
batang : bulat, persegi, pipih.
Ø Sifat
permukaan batang : licin, beralur, berambut, berusuk, bersayap, berduri,dll.
Ø Arah
tumbuh batang : tegak, lurus, menggantung, berbaring, menjalar, condong,
memanjat.
Ø Percabangan batang : monodopodial,sympodial,dikhotom.
Ø Arah
tumbuh cabang :condong ke atas,mendatar,terkulai,bergantung.
Ø Berdasarkan
panjang umur : tanaman muda, tanman tahunan, tanaman musiman, tanaman dua
tahun.
2.3
Daun
1. Daun
majemuk
ü Gugur
seluruhnya
ü Pada
ujung terdapat satu atau dua helai daun
ü Tidak
dapat tumbuh memanjang
ü Diketiak
anak-anak daun tidak ada kuncup
ü Pada
pangkal daun tidak ada daun penumpu
ü Pada
pangkal ranting tidak tumbuh kuncup
ü Diketiak
ranting tidak tumbuh kuncup ketiak
2. Susunan
daun majemuk
ü Menyirip
gasal
ü Menyirip
genap
ü Menyirip
berseling
ü Menyirip
berputus
ü Menyirip
berganda
ü Menjari
berdaun dua
ü Menjari
ganda dua
ü Menjari
campuran
ü Majemuk
menyirp gasal rangkap tiga tidak sempuna
3. Bagian
daun majemuk
ü Daun
penumpu tingkat I,II,III
ü Ibu
tangkai
ü Ruas-ruas
tingkat I,II dan seterusnya
ü Anak
daun
4. Tepi
daun
1.) Tepi
daun dengan toreh merdeka
ü Bergerigi
ü Beringgit
ü Bergigi
ganda
ü Berombak
2.) Tepi
dau dengan toreh yang mempengaruhi bagian asli
ü Berlekuk
menyirip
ü Bercangkap
menyirip
ü Berbagi
menyirip
ü Berlekuk
menjari
ü Bercangkap
menjari
ü Berbagi
menjari
5. Bangun
daun
ü Bulat
atau bundar
ü Perisai
ü Jorong
ü Bulat
memanjang
ü Lanset
ü Bulat
telur
ü Segitiga
ü Delta
6. Pertulangan
daun
ü Ibu
tulang
ü Tulang-tulang
cabang
ü Urat-urat
daun
7. Ujung
daun
ü Runcing
ü Meruncing
ü Tumpul
ü Membulat
ü Rompang
ü Terbelah
ü Berduri
8. Pangkal
daun
ü Runcing
ü Meruncing
ü Tumpul
ü Membulat
ü Rompang
ü Berlekuk
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang morfologi akar,
batang dan daun serta modifikasinya dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 04
Oktober 2013. Pada pukul 12.00 WIB
sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian,
Universitas Bengkulu.
3.2
Alat dan
Bahan Praktikum
1. Alat
ü Alat
tulis
ü Pensil
gambar
ü Lup
(kaca pembesar)
2. Bahan
ü Lidah
mertua (lengkap)
ü Jahe
atau kunyit (tumbuhan lengkap)
ü Teki
(tumbuhan lengkap berakar dan berumbi)
ü Bayam
duri (tumbuhan lengkap)
ü Kacang
hijau, kacang tanah atau kedelai (tanaman lengkap)
ü Jagung,
padi, atau alang-alang (tumbuhan lengkap)
ü Ubi kayu
(tangkai daun saja)
ü Randu
(ranting)
ü Kelor
(ranting)
3.3
Cara
Kerja
1. Untuk
semua preparat: Tulis dengan lengkap nama latin dari preparat hidup (Familia
dan spesies).
2. Untuk
preparat 1,2,3,4,5 dan 6. Gambar preparat secara lengkap (akar,batang dan daun)
dan berilah keterangan bagian-bagiannya (diwarnai). Lengkapi dengan keterangan
lain: sifat batang, bentuk batang, sifat permukaan batang, arah tumbuh batang,
percabangan batang, arah tumbuh cabang umur, sistem perakaran, sebutkan bentuk
modifikasi akar.
3. Untuk
preparat 3,4 dan 5. Gambar daun dan bagian-bagiannya dan berilah keterangan
dalam Bahasa Indonesia maupun latin. Keterangan meliputi: a) bangun, b) pangkal,
c)
ujung, d) pertulangan, e) toreh, f) tepi, g) daging dan h) duduk daun.
4. Untuk
preparat 7, 8 dan 9. Gambarlah daun majemuk tersebut dan beri keterangan
mengenai susunan daunnya (Bahasa Indonesia dan Latin).
5. Bacalah
dan jawablah deskripsi berikut:
“:Hasil
pengamatan sebagai berikut daun tunggal tidak lengkap, tidak ada pelepah daun,
daun penumpu amat kecil, sebagai sisik kecil, lekas gugur, tangkai daun
silindris, menebal pada ujungnya, bersisik rapat, helaian daun bangun elips,
memanjang sampai daun memanjang, panjang 10-20 cm, lebar 4-8 cm, bertepi rata,
ujung meruncing, pangkal membulat, bertulang daun menyirip, agak kaku seperti
kulit, permukaan atas gundul, sisi bawah bersisik, ibu tulang daun jelas
menonjol pada sisi bawah sampai ujung daun, sisi atas beralur dangkal, cabang-cabang
tulang daun kurang lebih sejajar satu sama lain.
Pertanyaan:
Coba tuliskan daun apakah itu (Gambar dan tulis spesiesnya).”
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata prain)
Ø Klasifikasi
lidah mertua adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping
satu/monokotil)
Ordo : Liliales
Famili : Agavaceae
Genus : Sansevieria
Spesies : trifasciata prain
Lidah
mertua mempunyai akar serabut,mempunyai batang yang bersifat basah, mempunyai
peralihan dari bentuk akar menjadi rhizoma yang menjalar, dari rhizoma tersebut
tumbuh lidah mertua yang lain, daun berbentuk simetris meruncing dengan pangkal
daun yang meruncing dan daun yang tebal berwarna kuning di daun terluar dan
putih loreng-loreng hijau, arah tumbuh batang tegak lurus, dan merupakan
tanaman tahunan.
4.2 Jahe ( Zingiber
officinale rosc )
Ø Klasifikasi
jahe adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping
satu/monokotil)
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus : Zingiber
Spesies : officinale rosc
Jahe merupakan tanaman dengan bunga dan biji
yang tunggal. Akarnya berupa rimpang. Bagian inilah yang dominan dimanfaatkan.
Bagian batang tanaman jahe berupa batang semu yang terdiri atas daun yang
saling membungkus satu sama lainnya, batang berbentuk bulat. Cabangnya bersifat
monodopial, tumbuh tegak ke atas, daunya bersifat licin, meruncing, dengan tepi
daun rata dan tulang daun sejajar. Ketinggian batang jahe bisa mencapai 100 cm.
4.3 Rumput Teki ( Cyperus rotundus )
Ø Klasifikasi
rumput teki adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu /
monokotil)
Ordo : Cyperales
Famili : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Spesies : rotundus
Jenis
batang atau habitus tumbuhan dari rumput teki adalah herba atau terna
(rumput-rumputan). Batang tumbuhan jenis ini lunak, mengandung banyak air,
berbuku-buku atau tidak. Arah tumbuh batang pada tumbuhan rumput teki adalah
tegak (erectus) karena batang tegak, tumbuh lurus ke atas. Contoh lain dari
arah tumbuh batang yang tegak adalah pepaya (Carica papaya). Percabangan pada
rumput teki adalah monopodial. Cara percabangan monopodial yaitu jika batang
pokok selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang (lebih cepat
pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya.
4.4 Bayam Duri ( Amaranthus
spinosus )
Ø Klasifikasi
bayam duri adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super
divisi : Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua /
dikotil)
Sub
kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus : Amaranthus
Spesies : spinosus
Bayam
Duri ( Amaranthus spinosus ) termasuk
jenis tumbuhan amaranth. Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah,
tingginya dapat mencapai 1 meter pada pangkalnya terdapat duri percabanganya
monopodial. Bentuk daunya menyerupai
belahan ketupat dan berwarna hijau,tangkai daun berbentuk bulat dan permukaanya
opacus.bentuk tulang daun pennirves dan tepi daun repandus. Bunganya berbentuk
bunga bongkoldan berwarna hijau muda. Akarnya memiliki sistem perakaran
tunggang.
4.5 Kacang Tanah ( Arachis hypogaea )
Ø Klasifikasi
Kacang Tanah adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super
Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua /
dikotil)
Sub
Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Arachis
Spesies : hypogaea
Sistem
akar merupakan akar tunggang yang telah berkembang menjadi baik dengan banyak
akar-akar lateral, tidak memiliki rambut akar, dan memiliki bintil akar untuk
mengikat nitrogen. Berbentuk cabang percabangan terdiri dari dua jenis yaitu
dengan cabang vegetatif dan cabang reproduktif. Cabang vegetatif dicirikan
dengan adanya daun sisik yang disebut katofil yang terdapat pada 2 buku pertama
pada cabang. Cabang vegetatif sekunder dan tertier dapat berkembang dari cabang
vegetatif primer.Daun pada batang utama tersusun spirat, pada cabang vegetatif
primer tersusun berseling, berdaun 4, dengan 2 pasang daun duduk berhadapan
berbentuk membundar telur sungsang berukuran 3 – 7 cm x 2 – 3 cm, panjang
tangkai daun 3 – 7 cm, terdapat bagian yang menggembung pada dasar tangkai daun
pada dasar setiap daun. Pada setiap perbungaan terdapat 2 – 5 bunga, bunga
duduk berwarna kuning muda hingga jingga kemerahan. Buah polong berbentuk
silindris, berisi 1 – 6 biji buah yang siap dipanen memiliki ciri warna coklat
kehitam-hitaman.Setiap biji diliputi oleh selaput biji tipis berwarna antara
putih hingga merah muda, merah, ungu, coklat kemerahan dan sedikit kecoklatan.
Setiap biji memiliki dua keeping biji yang lebar, epikotil dengan daun dan
tunas primordial, hipokotil dan akar primer.
4.6 Alang-alang ( Imperata cylindrica )
Ø Klasifikasi
alang-alang adalah sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Spesies : cylindrica
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Spesies : cylindrica
Imperata
cylindrica
atau alang-alang dengan family Poaceae. Merupakan tumbuhan yang semua daunnya
seakan-akan keluar dari bagian atas akar disebut roset akar (rosula). Memiliki
batang yang termodifikasi menjadi akar dan tumbuh ke dalam tanah.
4.7 Ubi Kayu ( Manihot
utilissima )
Ø Klasifikasi
ubi kayu adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi :
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi :
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Class : Magnoliopsida
(berkeping dua/dikotil)
Sub Clsas : Rosidae
Ordo :
Euphorbiales
Famili : Euphorbiace
Famili : Euphorbiace
Genus : Manihot
Spesies :
utilisima
Ubi kayu ( Manihot utilissima ) mempunyai daun tunggal atau folium simplex,
dimana terdiri atas helaian daun atau lamina, dan batang daun atau petiolus.
Memiliki circumscriptio atau bangun dau berupa bulat/bundar atau orbicularis.
Setelah di sentuh pada daun, sapat diketahui bahwa intervenium atau daging
daunnya adalah herbaceus atau tipis lunak. Margo folii atau pinggir daun
terlihat jelas menunjukkan bentuk yang rata atau integer. Sedangkan apex folii
atau ujung daun adalah rotundatus dimana seperti ujung tumpul, tidak membentuk
sudut sama sekali, sehingga pada ujungnya terbebtuk semacam suatu busur. Basis
folii atau ujung daunnya adalah berbentuk obtosus yang memang umumnya terdapat
pada daun-daun berbangun bulat dan jorong. Permukaan daunnya berbentuk leavis
atau licin berdasarkan hasil pengamatan di laboratorium. Nervatio atau
pertulangan dauunya adalah palminervis atau bertulang daun menjari, yaitu jika
dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar dan memperlihatkan
susunan seperti jari-jari pada tangan. Jumlah tulangnya secara umum adalah
gasal, di bagian tengah merupakan paling panjang, dan bagian samping semakin
memendek.
4.8 Randu (Ceiba
pentandra )
Ø Klasifikasi
randu adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Subdivisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Ceiba
Spesies : pentandra
Ceiba
petandra atau randu adalah salah satu tumbuhan yang berdaun majemuk menjari
beranak daun tujuh atau septemfoliolatus karena pada ujung ibu tangkai terdapat
tujuh anak daun. Tanaman ini pula memiliki sifat daun yaitu bangun daunya atau
circumscriptio berbentuk memanjang atau oblongus yaitu jika panjang : lebar = 2
½ - 3 : 1. Daging daun atau intervenium nya bersifat seperti kertas atau
papyraceus yaitu tipis tetapi cukup tegar. Susunan tulang-tulang atau nervatio
nya berbentuk bertulang menyirip atau penninervis. Tepi daun atau margo folii
nya berbentuk rata atau integer. Ujung daun atau apex folii nya bersifat
meruncing atau acuminatus yaitu pada ujung yang runcing, tetapi titik pertemuan
kedua daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan. Pangkal daun atau basis folii nya
berbentuk meruncing pula atau acuminatus. Permukaan daunnya bersifat licin
suram atau laevis opacus. Sedangkan pada duduk daunnya tersebar atau folia
sparsa yaitu tata letak daun tersebar mengikuti rumus 3/8 yang memisahkan tata
letak daun tersebut.
4.9 Kelor ( Moringa
oleifera )
Ø Klasifikasi
kelor adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Brassicales
Family : Moringaceae
Genus : Moringa
Species : oleifera
Daunnya berbentuk bulat telur (oval)
dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Moringa oleifera memiliki daun majemuk
atau folium compositum, dimana terdiri atas bagian-bagian : anak daun atau
foliolus, batang daun atau petiolus dan ibu batang daun atau petiolus communis.
Spesifiknya daun ini adalah merupakan daun majemuk menyirip gasal rangkap tiga
tidak sempurna, mengapa dikatakan tidak sempurna karena terdapat daun yang
berpasangan dan terdapatpula satu daun yang single atau sendiri. Circumscriptio
atau bangun daunnya adalah orbicularis atau bundar dimana perbandingan panjang
dan lebarnya adalah 1 : 1. Setelah di
sentuh pada daun, sapat diketahui bahwa intervenium atau daging daunnya adalah
herbaceus atau tipis lunak. Margo folii atau pinggir daun terlihat jelas
menunjukkan bentuk yang rata atau integer. Sedangkan apex folii atau ujung daun
adalah rotundatus dimana seperti ujung tumpul, tidak membentuk sudut sama
sekali, sehingga pada ujungnya terbebtuk semacam suatu busur. Basis folii atau
atau pangkal daunnya sama halnya dengan apex folii atau pangkal daunnya
memiliki bentuk rotundatus atau membulat. Permukaan daunnya berbentuk leavis
ntidus atau licin mengkilap berdasarkan hasil pengamatan di laboratorium.
Sedangkan pertulangan daun atau nervationya adalah cervinervis atau bertulang
daun daun melengkung, dimana terdapat satu tulang daun yamg paling besar dan
yang lainnya mengikuti jalannya tepi daun. jadi semua memencar kemudian kembali
ke atu arah yang sama yaitu ujung daun, sehingga selain tulang daun yang di
tengah tulang daunnya terlihat seperti melengkung. Duduk daun adalah folio
sparsa atau tersebar dimana jika diperhatikan secara seksama jika diambil dari
salah satu titik tolak daun dan kemudian kita bergerak mengikuti daunnya secara
gari spiral lurus, akan didapati perbandingan pecahan yang dimiliki secara tetap
oleh setiap tumbuhan. (Anonim, 2011).
BAB
V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Klasifikasi morfologi tumbuhan dapat
dilakukan dengan melihat ciri dan sifat pada daun contohnya, bentuknya,
ujungnya, pangkalnya, susunan tulang-tulangnya, tepinya ,daging daunnya,
permukaan daunnya, arah anak tulang,bentuk tulang daun, dan warna permukaan
daun. Bisa juga dilihat dari bentuk batang, arah tumbuh,
dan permukaan batang serta dari bentuk akarnya.
Berdasarkan
banyaknya jumlah helaian daunnya (lamina) terbagi menjadi dua yaitu daun
tunggal (folium simplex) dan daun majemuk (folium compositum). Daun majemuk
atau folium ciompositum dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu: daun majemuk
menyirip atau pinnatus, daun majemuk menjari atau palmatus, daun majemuk bangun
kaki atau pedatus dan daun majemuk campuran atau digitato pinnatus.
5.2 Saran
Praktikan
hendaknya mempelajari materi praktikum sebelum masuk ke dalam laboratorium,
sehingga memudahkan praktikan dalam menjalani pretest dan menerima pemaparan
dari dosen ataupun Ko-ass.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2013. Buku panduan praktikum biologi umum. Universitas Bengkulu :
Bengkulu
Reece,
Campbell. 1999. Biologi Jilid 2.
Jakarta: Erlangga
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. UGM Press :
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar