Sabtu, 14 Juni 2014

Laporan Praktikum Biologi "Morfologi"

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA IV. MORFOLOGI AKAR, BATANG, DAN DAUN SERTA MODIFIKASINYA


150px-LogoUnib
     
Oleh :
Nama                                 : Ayu Lestari
NPM                                   : E1J013074
Sift/Pukul                          : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen Pembimbing          : Marulak Simarmata, Ph.D
Co. Ass                               : Petrus simatupang        




PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Tumbuhan adalah tonggak dari sebagian besar ekosistem teresterial (daratan). Bagian tumbuhan yang pokok hanyalah tiga saja, yaitu: akar, batang dan daun, sedang bagian-bagian lain pada tumbuhan hanyalah penjelmaan salah satu di antara ketiga bagian pokok tersebut. Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, dan mengingat tempat dan kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
Akar tumbuhan merupakan struktur tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar adalah tempat masuknya mineral atau zat-zat hara. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan. Tumbuhan dikotil dan monokotil ada perbedaan sistem perakaran. Pada akar tumbuhan monokotil terususun sistem akar serabut dan pada tumbuhan dikotil tersusun sistem akar tunggang.
1.2  Tujuan
1.      Mengenal akar, batang, dan daun serta bentuk metamorfosa dari akar, batang dan daun.
2.      Mengenal bagian-bagian daun, bangun, ujung, pangkal tulang, toreh, tepi daging daun dan duduk daun.
3.      Mengenal susunan daun tunggal dan majemuk.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Akar
Ø  Sitem perakaran :akar tunggang,serabut.
Ø  Bagian akar : leher akar,ujung akar,batang akar,cabang-cabang akar,serabut akar,rambut-rambut akar,tudung akar.

v  Metamorfosa akar,batang,daun
Ø  Stolon
Ø  Sulur
Ø  Piala, gelembung
Ø  Rhizoma
Ø  Kuncup
Ø  Umbi
Ø  Umbi lapis
Ø  Duri

2.2  Batang
Ø  Sifat-sifat batang : basah, berkayu, rumput, mendong.
Ø  Bentuk batang : bulat, persegi, pipih.
Ø  Sifat permukaan batang : licin, beralur, berambut, berusuk, bersayap, berduri,dll.
Ø  Arah tumbuh batang : tegak, lurus, menggantung, berbaring, menjalar, condong, memanjat.
Ø  Percabangan  batang : monodopodial,sympodial,dikhotom.
Ø  Arah tumbuh cabang :condong ke atas,mendatar,terkulai,bergantung.
Ø  Berdasarkan panjang umur : tanaman muda, tanman tahunan, tanaman musiman, tanaman dua tahun.

2.3  Daun
1.      Daun majemuk
ü  Gugur seluruhnya
ü  Pada ujung terdapat satu atau dua helai daun
ü  Tidak dapat tumbuh memanjang
ü  Diketiak anak-anak daun tidak ada kuncup
ü  Pada pangkal daun tidak ada daun penumpu
ü  Pada pangkal ranting tidak tumbuh kuncup
ü  Diketiak ranting tidak tumbuh kuncup ketiak

2.      Susunan daun majemuk
ü  Menyirip gasal
ü  Menyirip genap
ü  Menyirip berseling
ü  Menyirip berputus
ü  Menyirip berganda
ü  Menjari berdaun dua
ü  Menjari ganda dua
ü  Menjari campuran
ü  Majemuk menyirp gasal rangkap tiga tidak sempuna

3.      Bagian daun majemuk
ü  Daun penumpu tingkat I,II,III
ü  Ibu tangkai
ü  Ruas-ruas tingkat I,II dan seterusnya
ü  Anak daun

4.      Tepi daun
1.)    Tepi daun dengan toreh merdeka
ü  Bergerigi
ü  Beringgit
ü  Bergigi ganda
ü  Berombak

2.)    Tepi dau dengan toreh yang mempengaruhi bagian asli
ü  Berlekuk menyirip
ü  Bercangkap menyirip
ü  Berbagi menyirip
ü  Berlekuk menjari
ü  Bercangkap menjari
ü  Berbagi menjari

5.      Bangun daun
ü  Bulat atau bundar
ü  Perisai
ü  Jorong
ü  Bulat memanjang
ü  Lanset
ü  Bulat telur
ü  Segitiga
ü  Delta

6.      Pertulangan daun
ü  Ibu tulang
ü  Tulang-tulang cabang
ü  Urat-urat daun

7.      Ujung daun
ü  Runcing
ü  Meruncing
ü  Tumpul
ü  Membulat
ü  Rompang
ü  Terbelah
ü  Berduri

8.      Pangkal daun
ü  Runcing
ü  Meruncing
ü  Tumpul
ü  Membulat
ü  Rompang
ü  Berlekuk



BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang morfologi akar, batang dan daun serta modifikasinya dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 04 Oktober  2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.
3.2  Alat dan Bahan Praktikum
1.      Alat
ü  Alat tulis
ü  Pensil gambar
ü  Lup (kaca pembesar)
2.      Bahan
ü  Lidah mertua (lengkap)
ü  Jahe atau kunyit (tumbuhan lengkap)
ü  Teki (tumbuhan lengkap berakar dan berumbi)
ü  Bayam duri (tumbuhan lengkap)
ü  Kacang hijau, kacang tanah atau kedelai (tanaman lengkap)
ü  Jagung, padi, atau alang-alang (tumbuhan lengkap)
ü  Ubi kayu (tangkai daun saja)
ü  Randu (ranting)
ü  Kelor (ranting)

3.3  Cara Kerja
1.      Untuk semua preparat: Tulis dengan lengkap nama latin dari preparat hidup (Familia dan spesies).
2.      Untuk preparat 1,2,3,4,5 dan 6. Gambar preparat secara lengkap (akar,batang dan daun) dan berilah keterangan bagian-bagiannya (diwarnai). Lengkapi dengan keterangan lain: sifat batang, bentuk batang, sifat permukaan batang, arah tumbuh batang, percabangan batang, arah tumbuh cabang umur, sistem perakaran, sebutkan bentuk modifikasi akar.
3.      Untuk preparat 3,4 dan 5. Gambar daun dan bagian-bagiannya dan berilah keterangan dalam Bahasa Indonesia maupun latin. Keterangan meliputi: a) bangun, b) pangkal,
c) ujung, d) pertulangan, e) toreh, f) tepi, g) daging dan h) duduk daun.
4.      Untuk preparat 7, 8 dan 9. Gambarlah daun majemuk tersebut dan beri keterangan mengenai susunan daunnya (Bahasa Indonesia dan Latin).
5.      Bacalah dan jawablah deskripsi berikut:
“:Hasil pengamatan sebagai berikut daun tunggal tidak lengkap, tidak ada pelepah daun, daun penumpu amat kecil, sebagai sisik kecil, lekas gugur, tangkai daun silindris, menebal pada ujungnya, bersisik rapat, helaian daun bangun elips, memanjang sampai daun memanjang, panjang 10-20 cm, lebar 4-8 cm, bertepi rata, ujung meruncing, pangkal membulat, bertulang daun menyirip, agak kaku seperti kulit, permukaan atas gundul, sisi bawah bersisik, ibu tulang daun jelas menonjol pada sisi bawah sampai ujung daun, sisi atas beralur dangkal, cabang-cabang tulang daun kurang lebih sejajar satu sama lain.
Pertanyaan: Coba tuliskan daun apakah itu (Gambar dan tulis spesiesnya).”



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata prain)
Ø  Klasifikasi lidah mertua adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu/monokotil)
Ordo                : Liliales
Famili              : Agavaceae
Genus              : Sansevieria
Spesies            : trifasciata prain
Lidah mertua mempunyai akar serabut,mempunyai batang yang bersifat basah, mempunyai peralihan dari bentuk akar menjadi rhizoma yang menjalar, dari rhizoma tersebut tumbuh lidah mertua yang lain, daun berbentuk simetris meruncing dengan pangkal daun yang meruncing dan daun yang tebal berwarna kuning di daun terluar dan putih loreng-loreng hijau, arah tumbuh batang tegak lurus, dan merupakan tanaman tahunan.

4.2 Jahe ( Zingiber officinale rosc )
Ø  Klasifikasi jahe adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu/monokotil)
Ordo                : Zingiberales
Famili              : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus              : Zingiber
Spesies            : officinale rosc
 Jahe merupakan tanaman dengan bunga dan biji yang tunggal. Akarnya berupa rimpang. Bagian inilah yang dominan dimanfaatkan. Bagian batang tanaman jahe berupa batang semu yang terdiri atas daun yang saling membungkus satu sama lainnya, batang berbentuk bulat. Cabangnya bersifat monodopial, tumbuh tegak ke atas, daunya bersifat licin, meruncing, dengan tepi daun rata dan tulang daun sejajar. Ketinggian batang jahe bisa mencapai 100 cm.

4.3 Rumput Teki ( Cyperus rotundus )
Ø  Klasifikasi rumput teki adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo                : Cyperales
Famili              : Cyperaceae
Genus              : Cyperus        
Spesies            : rotundus
Jenis batang atau habitus tumbuhan dari rumput teki adalah herba atau terna (rumput-rumputan). Batang tumbuhan jenis ini lunak, mengandung banyak air, berbuku-buku atau tidak. Arah tumbuh batang pada tumbuhan rumput teki adalah tegak (erectus) karena batang tegak, tumbuh lurus ke atas. Contoh lain dari arah tumbuh batang yang tegak adalah pepaya (Carica papaya). Percabangan pada rumput teki adalah monopodial. Cara percabangan monopodial yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya.

4.4 Bayam Duri ( Amaranthus spinosus )
Ø  Klasifikasi bayam duri adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub kelas         : Hamamelidae
Ordo                : Caryophyllales
Famili              : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus              : Amaranthus
Spesies            : spinosus                    
Bayam Duri ( Amaranthus spinosus ) termasuk jenis tumbuhan amaranth. Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mencapai 1 meter pada pangkalnya terdapat duri percabanganya monopodial.  Bentuk daunya menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau,tangkai daun berbentuk bulat dan permukaanya opacus.bentuk tulang daun pennirves dan tepi daun repandus. Bunganya berbentuk bunga bongkoldan berwarna hijau muda. Akarnya memiliki sistem perakaran tunggang.

4.5 Kacang Tanah ( Arachis hypogaea )
Ø  Klasifikasi Kacang Tanah adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Fabales
Famili              : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus             : Arachis
Spesies           : hypogaea
Sistem akar merupakan akar tunggang yang telah berkembang menjadi baik dengan banyak akar-akar lateral, tidak memiliki rambut akar, dan memiliki bintil akar untuk mengikat nitrogen. Berbentuk cabang percabangan terdiri dari dua jenis yaitu dengan cabang vegetatif dan cabang reproduktif. Cabang vegetatif dicirikan dengan adanya daun sisik yang disebut katofil yang terdapat pada 2 buku pertama pada cabang. Cabang vegetatif sekunder dan tertier dapat berkembang dari cabang vegetatif primer.Daun pada batang utama tersusun spirat, pada cabang vegetatif primer tersusun berseling, berdaun 4, dengan 2 pasang daun duduk berhadapan berbentuk membundar telur sungsang berukuran 3 – 7 cm x 2 – 3 cm, panjang tangkai daun 3 – 7 cm, terdapat bagian yang menggembung pada dasar tangkai daun pada dasar setiap daun. Pada setiap perbungaan terdapat 2 – 5 bunga, bunga duduk berwarna kuning muda hingga jingga kemerahan. Buah polong berbentuk silindris, berisi 1 – 6 biji buah yang siap dipanen memiliki ciri warna coklat kehitam-hitaman.Setiap biji diliputi oleh selaput biji tipis berwarna antara putih hingga merah muda, merah, ungu, coklat kemerahan dan sedikit kecoklatan. Setiap biji memiliki dua keeping biji yang lebar, epikotil dengan daun dan tunas primordial, hipokotil dan akar primer.

4.6 Alang-alang ( Imperata cylindrica )
Ø  Klasifikasi alang-alang adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Kelas               : Monocotyledoneae
Ordo                : Poales
Famili              : Poaceae
Genus              : Imperata
Spesies            : cylindrica
Imperata cylindrica atau alang-alang dengan family Poaceae. Merupakan tumbuhan yang semua daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akar disebut roset akar (rosula). Memiliki batang yang termodifikasi menjadi akar dan tumbuh ke dalam tanah.

4.7 Ubi Kayu ( Manihot utilissima
Ø  Klasifikasi ubi kayu adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Class                : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub Clsas        : Rosidae
Ordo                            : Euphorbiales
Famili              : Euphorbiace
Genus              : Manihot
Spesies            : utilisima
            Ubi kayu ( Manihot utilissima ) mempunyai daun tunggal atau folium simplex, dimana terdiri atas helaian daun atau lamina, dan batang daun atau petiolus. Memiliki circumscriptio atau bangun dau berupa bulat/bundar atau orbicularis. Setelah di sentuh pada daun, sapat diketahui bahwa intervenium atau daging daunnya adalah herbaceus atau tipis lunak. Margo folii atau pinggir daun terlihat jelas menunjukkan bentuk yang rata atau integer. Sedangkan apex folii atau ujung daun adalah rotundatus dimana seperti ujung tumpul, tidak membentuk sudut sama sekali, sehingga pada ujungnya terbebtuk semacam suatu busur. Basis folii atau ujung daunnya adalah berbentuk obtosus yang memang umumnya terdapat pada daun-daun berbangun bulat dan jorong. Permukaan daunnya berbentuk leavis atau licin berdasarkan hasil pengamatan di laboratorium. Nervatio atau pertulangan dauunya adalah palminervis atau bertulang daun menjari, yaitu jika dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar dan memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan. Jumlah tulangnya secara umum adalah gasal, di bagian tengah merupakan paling panjang, dan bagian samping semakin memendek.

4.8 Randu (Ceiba pentandra )
Ø  Klasifikasi randu adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Subdivisi         : Spermatophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Malvales                   
Famili              : Malvaceae
Genus              : Ceiba
Spesies            : pentandra
            Ceiba petandra atau randu adalah salah satu tumbuhan yang berdaun majemuk menjari beranak daun tujuh atau septemfoliolatus karena pada ujung ibu tangkai terdapat tujuh anak daun. Tanaman ini pula memiliki sifat daun yaitu bangun daunya atau circumscriptio berbentuk memanjang atau oblongus yaitu jika panjang : lebar = 2 ½ - 3 : 1. Daging daun atau intervenium nya bersifat seperti kertas atau papyraceus yaitu tipis tetapi cukup tegar. Susunan tulang-tulang atau nervatio nya berbentuk bertulang menyirip atau penninervis. Tepi daun atau margo folii nya berbentuk rata atau integer. Ujung daun atau apex folii nya bersifat meruncing atau acuminatus yaitu pada ujung yang runcing, tetapi titik pertemuan kedua daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan. Pangkal daun atau basis folii nya berbentuk meruncing pula atau acuminatus. Permukaan daunnya bersifat licin suram atau laevis opacus. Sedangkan pada duduk daunnya tersebar atau folia sparsa yaitu tata letak daun tersebar mengikuti rumus 3/8 yang memisahkan tata letak daun tersebut.

4.9 Kelor ( Moringa oleifera )
Ø  Klasifikasi kelor adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Brassicales
Family             : Moringaceae
Genus              : Moringa
Species            : oleifera
            Daunnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Moringa oleifera memiliki daun majemuk atau folium compositum, dimana terdiri atas bagian-bagian : anak daun atau foliolus, batang daun atau petiolus dan ibu batang daun atau petiolus communis. Spesifiknya daun ini adalah merupakan daun majemuk menyirip gasal rangkap tiga tidak sempurna, mengapa dikatakan tidak sempurna karena terdapat daun yang berpasangan dan terdapatpula satu daun yang single atau sendiri. Circumscriptio atau bangun daunnya adalah orbicularis atau bundar dimana perbandingan panjang dan lebarnya adalah 1 : 1.  Setelah di sentuh pada daun, sapat diketahui bahwa intervenium atau daging daunnya adalah herbaceus atau tipis lunak. Margo folii atau pinggir daun terlihat jelas menunjukkan bentuk yang rata atau integer. Sedangkan apex folii atau ujung daun adalah rotundatus dimana seperti ujung tumpul, tidak membentuk sudut sama sekali, sehingga pada ujungnya terbebtuk semacam suatu busur. Basis folii atau atau pangkal daunnya sama halnya dengan apex folii atau pangkal daunnya memiliki bentuk rotundatus atau membulat. Permukaan daunnya berbentuk leavis ntidus atau licin mengkilap berdasarkan hasil pengamatan di laboratorium. Sedangkan pertulangan daun atau nervationya adalah cervinervis atau bertulang daun daun melengkung, dimana terdapat satu tulang daun yamg paling besar dan yang lainnya mengikuti jalannya tepi daun. jadi semua memencar kemudian kembali ke atu arah yang sama yaitu ujung daun, sehingga selain tulang daun yang di tengah tulang daunnya terlihat seperti melengkung. Duduk daun adalah folio sparsa atau tersebar dimana jika diperhatikan secara seksama jika diambil dari salah satu titik tolak daun dan kemudian kita bergerak mengikuti daunnya secara gari spiral lurus, akan didapati perbandingan pecahan yang dimiliki secara tetap oleh setiap tumbuhan. (Anonim, 2011).



BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
            Klasifikasi morfologi tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat ciri dan sifat pada daun contohnya, bentuknya, ujungnya, pangkalnya, susunan tulang-tulangnya, tepinya ,daging daunnya, permukaan daunnya, arah anak tulang,bentuk tulang daun, dan warna permukaan daun. Bisa juga dilihat dari bentuk batang, arah tumbuh, dan permukaan batang serta dari bentuk akarnya.
            Berdasarkan banyaknya jumlah helaian daunnya (lamina) terbagi menjadi dua yaitu daun tunggal (folium simplex) dan daun majemuk (folium compositum). Daun majemuk atau folium ciompositum dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu: daun majemuk menyirip atau pinnatus, daun majemuk menjari atau palmatus, daun majemuk bangun kaki atau pedatus dan daun majemuk campuran atau digitato pinnatus.

5.2 Saran
Praktikan hendaknya mempelajari materi praktikum sebelum masuk ke dalam laboratorium, sehingga memudahkan praktikan dalam menjalani pretest dan menerima pemaparan dari dosen ataupun Ko-ass.





DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2013. Buku panduan praktikum biologi umum. Universitas Bengkulu : Bengkulu
http://din-yunita.blogspot.com/ Diakses pada tanggal  11 November 2013
Reece, Campbell. 1999. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. UGM Press : Yogyakarta
              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar