LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA II. SEL MAKHLUK HIDUP

Oleh:
Nama :
Ayu Lestari
NPM :
E1J013074
Sift/Pukul : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen Pembimbing : Marulak Simarmata, Ph.D
Co. Ass : Petrus
simatupang
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Biologi merupakan ilmu yang
mempelajari seluruh aspek kehidupan. Dalam kehidupan
sehari-hari biologi mengampil peran yang sangat penting. Untuk itulah kita
mempelajari biologi khususnya tentang Sel. Ini dikarenakan sel merupakan dasar
dari sebuah kehidupan. Sel-sel tersebut membentuk kesatuan untuk membetuk
kehidupan. Kita bias lihat bahwa alam semesta ini begitu luas. Namun
apabila kita selidiki lebih dalam lagi ternyata terdapat kehidupan yang lebih
kecil dan lebih sederhana dari yang kita bayangkan.dari masa kemasa dilakukan
penelitian dan penemuan tentang sel. Dimulai dari penemuan Robert Hook dengan
sel gabusnya pada tahun 1665 sampai sekarang pun masih dilakukan penelitian
bahkan sudah mencapai tahap materi genetik.
Sel memiliki ukuran yang sangat
kecil dan tak kasat mata. Ada yang hanya 1-10 mikron, ada yang mencapai 30-40
mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter. Didalam ukuran yang sangat kecil
bentuk yang bermacam-macam tersebut, sel memiliki bagian-bagian sel yang
memiliki fungsi masing-masing. Antar bagian sel itu melakukan interaksi dan
salingt ketergantungan. Oleh karena itu sel dipandang sebagai dasar kehidupan
makhluk hidup.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengamati sel tumbuhan dan sel
hewan.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam laporan ini adalah:
1.
Gambar hasil pengamatan sediaan
1,2,3,4 dan 5 !
2.
Tuliskan perbedaan sel hewan dan
sel tumbuhan !
3.
Tuliskan fungsi membran dan
dinding sel !
4.
Pada sediaan 1; adakah ditemukan
inti sel, kenapa?
5.
Jelaskan fungsi dari
masing-masing organela berikut:
a.
Mitokondria
b.
Ribosom
c.
Plastida
d.
Retikulum endoplasma
e.
Kloroplast
f.
Golgi aparatus
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Sel
Sel merupakan unit terkecil yang menunjukkan
semua sifat yang dihubungkan dengan kehidupan.
Suatu sel harus memperoleh energi dari luar untuk digunakan dalam proses-proses
vitalnya, misalnya pertumbuhan, perbaikan dan reproduksi. Semua reaksi kimiawi
dan fisika yang terjadi di dalam sel untuk mendukung fungsi-fungsi tersebut
disebut metabolisme. Reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Enzim adalah
molekul protein yang dapat mempercepat terjadinya reaksi biokimiawi tanpa
diubah secara permanen ataupun dikonsumsi dalam proses tersebut. Struktur tiap
enzim (atau protein apapun lainnya) dikodekan oleh suatu segmen asam
deoksiribonukleat yang disebut gen (Campbell et al., 2002).
ü
Makhluk hidup terbagi menjadi 2 kelompok :
1.
Uniseluler
Contoh : Protista (
bakteri, protozoa, gangang biru dan hijau serta jamur bersel tunggal )
2.
Multiseluler
-Sederhana, terdiri dari beberapa puluh sel dan terorganisasi
atas beberapa tugas.
Contoh: ganggang,
jamur, Porifera, Coelenterata.
-Kompleks, mengandung sel-sel yang terorganisir jaringan organ sistem sel
adalah suatu bagian dari kehidupan dan tidak dapat dibayangkan bahwa suatu
organisme secara alami bukan terdiri dari sel. Rudolf Virchow mempelajari
reproduksi sel dan mendapatkan fakta darimana sel berasal. Pengamatannya
disimpulkan menjadi teori sel, yaitu semua organisme tersusun atas satu atau
lebih sel, sel adalah unit hidup dasar dari organisasi untuk semua organisme,
dan semua sel berasal dari sel sebelumnya (Anonim, 2007).
Sebagian besar sel
eukariotik mempunyai mitokondria, yang mengandung enzim dan mekanisme untuk
respirasi aerob dan fosforila oksidatif. Dengan demikian, fungsi utama
mitokondria adalah menghasilkan adenosin trifosfat (ATP), satuan utama
pertukaran energi yang terjadi di dalam sel. Organel ini dikelilingi oleh
membran ganda. Membran dalamnya, yang mengandung rantai transpor elektron dan
enzim yang dibutuhkan untuk menghasilkan ATP, terdiri dari lipatan-lipatan yang
disebut krista. Krista tersebut menonjol ke dalam matriks atau rongga sentral.
Mitokondria mempunyai DNA dan ribosom sendiri, akan tetapi sebagai proteinnya
diimpor dari sitoplasma. Sel eukariot juga mempunyai organel-organel bermembran
lain dalam sitoplasma (suatu daerah antara nukleus dan membran plasama).
Struktur-struktur subseluler ini mempunyai struktur dan fungsi yang amat
beragam (Anonim, 2007).
BAB
III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang sel makhluk ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 7 Oktober 2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium
Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.
3.2 Alat
dan Bahan Praktikum
1.
Alat
-Mikroskop -Pinset
-Pipet tetes -Gelas
benda dan gelas penutup
-Gelas piala -Tisu
-Silet -
Kertas saring
-Tusuk gigi tumpul
2.
Bahan
-Gabus ubi -Air
-Bawang merah -Larutan
janus green
-Epitel rongga mulut -Alkohol
70%
-Metilen biru
3.3 Langkah
Kerja
Ø Sel gabus empulur batang singkong
1.
Buatlah
irisan melintang dan membujur gabus ubi setipis mungkin.
2.
Letakkan
di atas gelas benda yang telah ditetesi air, kemudian tutup dengan gelas
penutup.
3.
Amati
dengan mikroskop, dimulai dengan perbesaran lemah (10 x 10) dan dilanjutkan
dengan perbesaran kuat.
4.
Untuk
lebih jelas tetesi dengan metilen biru pada salah satu ujung gelas penutup.
Pada ujung yang lain diletakkan kertas saring sehingga kelebihan air dapat
dihisap.
5.
Amati
dan gambar yang sedang Anda amati. Hasil gambar disesuaikan dengan pengamatan.
Sebutkan bagian-bagiannya.
Ø Sel Epidermis Umbi Lapis Bawang Merah
1.
Kelupaslah
epidermis salah satu lapisan bawang merah dengan pinset.
2.
Letakkan
di atas gelas benda yang telah ditetesi air. Tutup dengan gelas penutup.
3.
Agambar
mati dengan mikroskop, kemudian tetesi dengan metilen biru.
4.
Gambar
hasilnya dan beri keterangan.
Ø Sel Epidermis Rongga Mulut
1.
Bersihkan
tangkai skalpel atau tusuk gigi dengan alkohol 70%
2.
Koreklah
permukaan dalam pipi Anda dengan skalpel atau dengan tusuk gigi.
3.
Oleskan
korekan tadi pada gelas objek, kemudian tetesi dengan green B atau dengan
aquadest, kemudian tutup dengan gelas penutup.
4.
Amati
di bawah mikroskop, mulai dengan perbesaran lemah.
5.
Dengan
perbesaran kuat (400x), gambar 2 atau 3 sel dan beri keterangan pada
bagian-bagiannya.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.2 Perbedaan Sel
Hewan dan Sel Tumbuhan
Ø Sel Hewan
1.
Tidak memiliki dinding sel
2.
Tidak
memiliki plastida
3.
Memiliki lisosom
4.
Memiliki sentrosom dan sentriol
tampak jelas
5.
Jumlah mitokondria relatif banyak
6.
Timbunan zat berupa
lemak dan glikogen
7.
Bentuk tidak tetap karena hanya
memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku.
8.
Vakuola banyak dengan ukuran yang
relatif kecil
Ø Sel Tumbuhan
1. Memiliki
dinding sel dan membran sel
2. Umumnya
memiliki plastida
3. Tidak
memiliki lisosom
4. Tidak
memiliki sentrosom dan sentriolnya tidak jelas
5. Jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir
plastida
6. Timbunan zat
berupa pati
7. Bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
8. Vakuola sedikit tapi ukurannya besar
4.3 Fungsi Membran dan Dinding Sel
Ø Fungsi Membran
Sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang
dapat melewati membran sel antara lain:
1.
Molekul hidrofobik (CO2, O2)
2.
Molekul polar yang sangat kecil (air,
etanol)
3.
Molekul lainnya seperti molekul polar
dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan
mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel
Ø
Dinding sel
bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh. Sel yang mempunyai dinding sel antara
lain: bakteri, cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan.
4.4
Fungsi-fungsi Organela Sel
a.
Mitokondria berfungsi memiliki membran rangkap, membran
luar dan membran dalam. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruang antar
membran. Membran dalam berlekuk-lekuk disebut krista yang berfungsi untuk
memperluas bidang permukaan agar proses penyerapan oksigen dan pembentukan
energi lebih efektif. Pada bagian membrane dalam terdapat enzim ATP sintase
yang berfungsi sebagai tempat sintesis ATP. Fungsi mitokondria ini adalah
tempat respirasi aerob.
b.
Ribosom tersusun dari
protein dan RNA, berbentuk bulat dan tidak bermembran.
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.
c.
Plastida yaitu organela yang mengandung pigmen,
meliputi:
- Kloroplas: plastida yang mengandung pigmen klorofil/hijau.
- Kromoplas: plastida yang mengandung pigmen merah, jingga, kuning.
- Leukoplas: plastida yang tidak mengandung pigmen.
- Kloroplas: plastida yang mengandung pigmen klorofil/hijau.
- Kromoplas: plastida yang mengandung pigmen merah, jingga, kuning.
- Leukoplas: plastida yang tidak mengandung pigmen.
d.
Retikulum
Endoplasma (RE) Berbentuk benang-benang jala meliputi:
-RE kasar: terdapat ribosom, berfungsi untuk ransport
dan sintesis protein.
-RE halus: tidak terdapat ribosom, berfungsi untuk transpor dan sintesis lemak dan steroid.
-RE halus: tidak terdapat ribosom, berfungsi untuk transpor dan sintesis lemak dan steroid.
e.
Kloroplast merupakan plastida berwarna hijau,
karena mengandung zat hijau daun (klorofil).
f.
Golgi aparatus (Badan Golgi) berupa tumpukan
kantung-kantung pipih, berfungsi sebagai tempat sintesis dari sekret (seperti
getah pencernaan, banyak ditemukan pada sel kelenjar), membentuk protein dan
asam inti (DNA/RNA), serta membentuk dinding dan membran sel.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Sel
merupakan kesatuan dasar sruktural dan fungsional makhluk hidup. Sebagai
kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup
yang terdiri atas satu sel disebut makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler = monoseluler)
dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup
multiseluler. Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi
kehidupan ataupun aktivitas
kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi
dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel banyak berlangsung di
dalam tubuh yang dilakukan oleh sel.
5.2 Saran
Dalam
melakukan percobaan pada saat menutup kaca preparat dengan kaca penutup harus dengan teliti dan diharapkan pada saat mengupas objek pengamatan harus setipis mungkin agar dapat
mempermudah pengamatan sel hewan dan tumbuhan tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim. 2007. Sel Tumbuhan. Wikipedia. http://id.wikipedia.org.
Anonim,2013. Buku panduan praktikum biologi umum.
Campbell, N.A., J.B.Reece., L.G. Mithcel. 2002. Biologi
umum edisi kelima jilid 1.
Erlangga. Jakarta.
Kimball, J.W. 1992. Biologi edisi kelima jilid 2.
Erlangga: Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar