Sabtu, 14 Juni 2014

Laporan Praktikum Kimia "Pengenalan Alat-alat Laboratorium"

LAPORAN PRATIKUM KIMIA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA9PZcCDpPE-ZCW3YiIfarmAINQGfSFGxXkPye4EZ6txS6ttxVB_L2B_TYmUFo_PGfwToWD_pxF2liYMYtLBf9czziLpuPK0pIk0Otz5bTPNAUB9TnLCDlR-C50KmSlP5iFLCmV7cE-X8/s320/Logo_Unib.png

           Nama                                       : Ayu Lestari
            Npm                                         : E1J013074
           Prodi                                        : Agroekoteknologi
           Kelompok                                : 4 (Empat)
           Hari/Jam                                  : Jum’at, Pukul 14.00 – 15.40 WIB
           Tanggal                                    : 25 Oktober 2013
           Koass                                       : 1. Debi Nitami
  2.
Asima Rohana Sinaga
           Dosen                                       : Dra. Devi Silsia, M.Si
           Objek Pratikum                      : Pengenalan Alat-Alat Laboratorium





LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Salah satu hal wajib dalam mempelajari  ilmu kimia adalah kita harus mengenal dengan baik alat yang kita gunakan dalam kegiatan praktikum. Dengan harapan agar mahasiswa mampu menggunakan dan memanfaatkannya dengan baik dan benar, sehingga tujuan praktikum dapat terpenuhi.
Semua alat laboratorium tersebut mempunyai fungsi dan  spesifikasi tersendiri. Dengan demikian dalam penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dan prosedur. Hal tersebut berguna didalam menjaga dan melindungi alat laboratorium dari kerusakan yang bisa merugikan mahasiswa itu sendiri. Untuk mempermudah pengenalan alat laboratorium dikelompokkan menjadi dua, yaitu peralatan gelas dan peralatan non gelas.
ü  Peralatan gelas, hampir semua eksperimen dengan bahan kimia dilakukan menggunakan peralatan gelas.Gelas memiliki banyak keuntungan dalam eksperimen kimia.gelas tidak hanya bersifat non reaktif tetapi juga dapat menyajikan pengamatan visual selama reaksi berlangsung.tetapi gelas dapat mudah pecah dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya  kecelakaan, luka tepotong atau tergores.
ü  Peralatan non gelas, selain alat-alat yang terbuat dari gelas banyak juga peralatan dilaboratorium kimia yang terbuat dari bahan non gelas.peralatan tersebut antara lain, rak tabung reaksi, penjepit tabung, statif beserta klem dan lain-lain.
Dengan mengetahui cara penggunaan alat laboratorium tersebut maka diharapkan pada waktu pelaksanaaan praktikum nantinya tidak akan ditemui lagi kesalahan mahasiswa dalam penggunaan alat laboratorium, sehingga praktikum bisa berjalan dengan sempurna tidak membuang-buang waktu hanya untuk  menjelaskan tata cara penggunaan alat laboratorium. Disamping itu mahasiswa dituntut untuk menjaga dan melindungi alat-alat yang telah digunakannya dalam kegiatan praktikum.

1.2  Tujuan Praktikum
1.      Mahasiswa mengetahui nama dan fungsi alat-alat laboratorium.
2.      Mahasiswa mengetahui jenis, sifat dan fungsi zat kimia.
3.      Mahasiswa mengetahui cara penggunaan beberapa alat-alat laboratorium.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin memerlukan larutan deterjen panas untuk bisa bersih benar.
(Day & Underwood, 1998).

Analisa kimia menentukan macam, struktur, dan jumlah zat, maka setiap cabang kegiatan manusia yang menyangkut materi, langsung atau tidak langsung memerlukan analisa kimia. Yang dimaksud dengan cabang kegiatan adalah segala sesuatu yang manusia, termasuk ilmu pengetahuan, perdagangan, perindustrian, pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit, produksi bahan pangan, penyemaian, pengolahan, peran, olahraga, penyusutan kejahatan, dan sebagainya. (Harjadi, 1990).

Dalam mengukur suatu zat atau benda hendaknya menggunakan suatu alat, alat yang digunakan mengukur suatu zat dalam kimia adalah gelas ukur, akan tetapi hasil pengukuran dari gelas ukur sangat kurang tepat, sehingga dalam penggunaannya tidaklah terlalu teliti. Salah satu contoh alat pengukuran lain yang mempunyai tingkat ketelitian lebih baik dari pipet isap, namun pengukuran dengan pipet sendiri tidak terlepas dari kesalahan.
(Rohman, 1998).



BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat
1. Gelas Piala                               16. Corong Pisah                         31. Klem Utilitas
2. Erlemeyer                                 17. Desikator                               32. Oven
3. Labu Ukur                                18. Buret                                     33. Tanur
4. Petridish                                   19. Corong                                  34. Hot Plate
5. Gelas Ukur                               20. Rak Tabung Reaksi               35. Timbangan Analitis
6. Kaca Arloji                               21. Penjepit Tabung Reaksi
7. Tabung Reaksi                         22. Statif dan Klem
8. Cawan Penguap                       23. Sikat Tabung Reaksi
9. Mortal                                      24. Segitiga
10. Krush                                     25. Bola Hisap
11. Pipet Tetes                             26. Lampu Spritus
12. Pipet Volum                           27. Bunsen
13. Pipet Gondok                         28. Kaki Tiga
14. Batang Pengaduk                   29. Botol Semprot
15. Sudip                                      30. Kawat Kasa
3.2  Cara Kerja
1.      Mahasiswa mendengarkan penjelasan dan pengarahan Ko Ass pada waktu pelaksanaan praktikum.
2.      Dari penjelasan Ko ass, mahasiswa mencatat hal-hal penting yang disampaikan.
3.      Mahasiswa diharapkan untuk mengerti dan mengetahui alat-alat laboratorium dari jenis, sifat dan fungsi serta penggunaannya masing-masing.
4.      Menanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada Ko Ass.
5.      Mengumpulkan laporan praktikum sementara kepada Ko Ass setelah melakukan praktikum.



BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.1 Hasil Pengamatan
Alat-alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum khususnya percobaan pertama adalah sebagai berikut :
Gelas Piala/Gelas Kimia
gelas piala.jpeg
erlemeyer.jpegErlemeyer
labu ukur.jpegLabu ukur
petridish.jpegPetridish
gelas ukur.jpgGelas Ukur
kaca arloji.jpegKaca Arloji
tabung reaksi.jpegTabung Reaksi
cawan penguap.jpegCawan Penguap
mortal.jpegMortal/Alu
krus dan penutup1.pngKrush
pipet tetes.jpegPipet Tetes
pipet volum.jpegPipet Volum

pipet gondok.jpegPipet Gondok

batang pengaduk.jpegBatang Pengaduk
           
Sudip
http://www.p4tkipa.org/image/clip_image056.jpg

corong pisah.jpeg  Corong Pemisah
desikator.jpegDesikator




buret.jpegBuret




corong.jpegCorong




rak tabung reaksi.jpegRak Tabung Reaksi




penjepit tabung reaksi.jpegPenjepitTabung Reaksi



clamps n statif.jpg Statif dan Reaksi



sikat tabung reaksi.jpegSikat Tabung Reaksi


segitiga.jpeg            Segitiga



bola hisap.jpgBola hisap


lampu spiritus.jpeg   Lampu Spritus


bunsen.jpegBunsen


kaki tiga.jpegKaki Tiga


botol semprot.jpegBotol semprot
kawat kasa.jpegKawat Kasa
klem utilitas.jpgKlem Utilitas
oven.jpegOven
tanur.jpgTanur
hot plate.jpegHot Plate
timbangan analitis.jpegTimbangan Analitis







BAB V
PEMBAHASAN
5.1 Pembahasan
Adapun hasil pembahasan yaitu tentang fungsi-fungsi alat laboratorium sebagai berikut:
1.      Peralatan Gelas

ü  Gelas Piala/Gelas Kimia berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan atau zat  kimia.
ü  Erlemeyer berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan atau mencampurkan zat dan juga sebagai tempat untuk titrasi.
ü  Labu Ukur berfungsi sebagai tempat untuk membuat dan mengencerkan larutan.
ü  Petridish berfunsi sebagai tempat untuk mengembangbiakkan mikroba.
ü  Gelas Ukur berfungsi untuk mengukur volume larutan.
ü  Kaca Arloji berfungsi sebagai tempat untuk menimbang pada neraca analitik.
ü  Tabung Reaksi berfungsi sebagai  tempat mereaksikan zat dalam skala kecil.
ü  Cawan penguap berfungsi untuk mengeringkan suatu bahan di dalam oven dan dimasukkan ke dalam desikator.
ü  Mortal/Alu berfungsi untuk menghaluskan zat yang bersifat padat atau kristal.
ü  Krush  berfungsi sabagai tempat atau wadah untuk memanaskan logam.
ü  Pipet Tetes berfungsi untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan skala kecil.
ü  Pipet Volum berfungsi untuk mengukur volume larutan.
ü  Pipet Gondok  berfungsi untuk mengambil larutan dengan volum tertentu.
ü  Corong pisah berfungsi untuk memisahkan dua larutanyang tidak bercampur karena perbedaan massa jenis.
ü  Desikator berfungsi untuk menyimpan bahan yang bebas dari air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium pengering.
ü  Lampu Spritus berfungsi untuk membakar zat atau memanaskan suatu larutan.
ü  Bunsen berfungsi untuk memanaskan larutan atau untuk sterilisasi.

2.      Peralatan Non Gelas
ü  Batang Pengaduk berfungsi untuk mengaduk larutan.
ü  Sudip/Spatula berfungsi untuk mengambil bahan kimia dalam bentuk padatan.
ü  Buret berfungsi sebagai tempat titrasi.
ü  Corong berfungsi untuk memasukkan atau memindahkan suatu larutan.
ü  Rak Tabung Reaksi berfungsi untuk meletakkan atau menyusun tabung reaksi.
ü  Penjepit Tabung Reaksi berfungsi untuk menjepit tabung reaksi.
ü  Statif dan Klem berfungsi sebagai penjepit.
ü  Sikat Tabung Reaksi berfungsi untuk  membersihkan tabung reaksi ketika dicuci.
ü  Segitiga berfungsi untuk meletakkan gelas piala atau erlemeyer ketika dipanaskan.
ü  Bola Hisap berfungsi untuk menghisap larutan yang akan dipindahkan dari botol larutan.
ü  Kaki Tiga berfungsi sebagai penyangga untuk membakar spritus.
ü  Botol Semprot berfungsi sebagai wadah meletakkan aquades.
ü  Kawat Kasa berfungsi sebagai alas atau untuk menahan labu atau biker untuk dipanaskan.
ü  Klem Utilitas berfungsi sebagai penjepit alat-alat gelas.
ü  Oven berfungsi untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan.
ü  Tanur berfungsi untuk memanaskan dengan suhu yang lebih tinggi dari oven.
ü  Hot Plane berfungsi sebagai pemanas larutan dengan menggunakan energi listrik.
ü  Timbangan Analitis berfungsi untuk menimbang suatu zat atau larutan dengan skalanya yang bisa diukur.


ü   
BAB VI
PENUTUP
6.1  Kesimpulan
1.      Setelah melakukan praktikum ini mahasiswa bisa mengenal dan mengetahui apa saja alat-alat laboratorium yang biasanya dipakai ketika melakukan percobaan, Alat praktikum yang terdapat dalam laboratorium mempunyai berbagai macam jenis yang berbeda-beda sesuai dengan bahan, bentuk, ukuran dan fungsinya masing-masing. Ada yang terbuat dari gelas (kaca), logam, kayu, dan plastik.
2.      Mahasiswa juga mampu mengetahui bagaimana cara kerja alat-alat yang ada di laboratorium tersebut dengan tujuan agar tidak menemui kendala dalam praktikum.  Penggunaan alat dan bahan dengan tepat sangat diperlukan agar hasil percobaan akurat, sehingga dapat membuktikan kebenaran antara teori dan hasil percobaan yang dilakukan.

6.2 Saran
Saran yang dapat diberikan dari percobaan ini adalah diharapkan praktikan dapat lebih memahami dalam mengenal alat, fungsi dan cara penggunaan serta dapat juga menguasai cara kerja dari pengenalan alat-alat laboratorium ini.






DAFTAR PUSTAKA
Day. R.A. Jr and A.L. Underwood. 1998. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi revisi, terjemahan        R.Soendoro, dkk. Jakarta: Erlangga

Hadiat, dkk. 1998. Daftar Alat-Alat Laboratorium beserta Penjelasan. Jakarta : Argon Karya
Harjadi ,W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Grammedia. Jakarta.
Rohman, Taufiqur. 1998. Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat Gelas Kimia Serta         Penanganan Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia.Makalah  Seminar Pada           Pelatihan Dosen Biokimia. Banjarbaru.

Tim Penyusun, 2013. Panduan Praktikum Kimia. Bengkulu.Pertanian : UNIB
















LAMPIRAN














Tidak ada komentar:

Posting Komentar