LAPORAN PRATIKUM
KIMIA
Nama : Ayu Lestari
Npm : E1J013074
Prodi : Agroekoteknologi
Kelompok : 4 (Empat)
Hari/Jam : Jum’at, Pukul 14.00 – 15.40 WIB
Tanggal : 25 Oktober 2013
Koass : 1. Debi
Nitami
2. Asima Rohana Sinaga
2. Asima Rohana Sinaga
Dosen : Dra. Devi Silsia, M.Si
Objek Pratikum : Pengenalan Alat-Alat Laboratorium
LABORATORIUM
TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS
BENGKULU
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu hal
wajib dalam mempelajari ilmu kimia
adalah kita harus mengenal dengan baik alat yang kita gunakan dalam kegiatan
praktikum. Dengan harapan agar mahasiswa mampu menggunakan dan memanfaatkannya
dengan baik dan benar, sehingga tujuan praktikum dapat terpenuhi.
Semua alat laboratorium tersebut mempunyai fungsi dan spesifikasi tersendiri. Dengan demikian dalam
penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dan prosedur. Hal tersebut berguna
didalam menjaga dan melindungi alat laboratorium dari kerusakan yang bisa
merugikan mahasiswa itu sendiri. Untuk mempermudah pengenalan alat laboratorium
dikelompokkan menjadi dua, yaitu peralatan gelas dan peralatan non gelas.
ü Peralatan gelas, hampir
semua eksperimen dengan bahan kimia dilakukan menggunakan peralatan gelas.Gelas
memiliki banyak keuntungan dalam eksperimen kimia.gelas tidak hanya bersifat
non reaktif tetapi juga dapat menyajikan pengamatan visual selama reaksi
berlangsung.tetapi gelas dapat mudah pecah dan hal ini dapat menyebabkan
terjadinya kecelakaan, luka tepotong
atau tergores.
ü Peralatan non gelas, selain alat-alat yang terbuat dari
gelas banyak juga peralatan dilaboratorium kimia yang terbuat dari bahan non
gelas.peralatan tersebut antara lain, rak tabung reaksi, penjepit tabung,
statif beserta klem dan lain-lain.
Dengan mengetahui cara penggunaan alat laboratorium
tersebut maka diharapkan pada waktu pelaksanaaan praktikum nantinya tidak akan
ditemui lagi kesalahan mahasiswa dalam penggunaan alat laboratorium, sehingga
praktikum bisa berjalan dengan sempurna tidak membuang-buang waktu hanya untuk menjelaskan tata cara penggunaan alat
laboratorium. Disamping itu mahasiswa dituntut untuk menjaga dan melindungi
alat-alat yang telah digunakannya dalam kegiatan praktikum.
1.2 Tujuan Praktikum
1.
Mahasiswa mengetahui nama dan fungsi
alat-alat laboratorium.
2.
Mahasiswa mengetahui jenis, sifat dan
fungsi zat kimia.
3.
Mahasiswa mengetahui cara penggunaan
beberapa alat-alat laboratorium.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita
harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan
praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan
percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di
laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih,
tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca
seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau
deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin memerlukan larutan
deterjen panas untuk bisa bersih benar.
(Day & Underwood, 1998).
Analisa kimia menentukan macam, struktur, dan jumlah zat, maka setiap
cabang kegiatan manusia yang menyangkut materi, langsung atau tidak langsung
memerlukan analisa kimia. Yang dimaksud dengan cabang kegiatan adalah segala
sesuatu yang manusia, termasuk ilmu pengetahuan, perdagangan, perindustrian,
pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit, produksi bahan pangan, penyemaian, pengolahan, peran, olahraga,
penyusutan kejahatan, dan sebagainya. (Harjadi,
1990).
Dalam mengukur suatu zat atau benda hendaknya menggunakan suatu alat, alat
yang digunakan mengukur suatu zat dalam kimia adalah gelas ukur, akan tetapi
hasil pengukuran dari gelas ukur sangat kurang tepat, sehingga dalam
penggunaannya tidaklah terlalu teliti. Salah satu contoh alat pengukuran lain
yang mempunyai tingkat ketelitian lebih baik dari pipet isap, namun pengukuran
dengan pipet sendiri tidak terlepas dari kesalahan.
(Rohman, 1998).
BAB
III
METODOLOGI
METODOLOGI
3.1 Alat
1. Gelas Piala 16. Corong Pisah 31. Klem Utilitas
2. Erlemeyer 17.
Desikator 32. Oven
3. Labu Ukur 18.
Buret 33. Tanur
4. Petridish 19.
Corong 34. Hot Plate
5. Gelas Ukur 20.
Rak Tabung Reaksi 35. Timbangan Analitis
6. Kaca Arloji 21.
Penjepit Tabung Reaksi
7. Tabung Reaksi 22. Statif dan Klem
8. Cawan Penguap 23.
Sikat Tabung Reaksi
9. Mortal 24. Segitiga
10. Krush 25. Bola Hisap
11. Pipet Tetes 26.
Lampu Spritus
12. Pipet Volum 27. Bunsen
13. Pipet Gondok 28. Kaki Tiga
14. Batang Pengaduk 29.
Botol Semprot
15. Sudip 30. Kawat Kasa
3.2 Cara
Kerja
1.
Mahasiswa
mendengarkan penjelasan dan pengarahan Ko Ass pada waktu pelaksanaan praktikum.
2.
Dari
penjelasan Ko ass, mahasiswa mencatat hal-hal penting yang disampaikan.
3.
Mahasiswa
diharapkan untuk mengerti dan mengetahui alat-alat laboratorium dari jenis,
sifat dan fungsi serta penggunaannya masing-masing.
4.
Menanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada Ko Ass.
5.
Mengumpulkan
laporan praktikum sementara kepada Ko Ass setelah melakukan praktikum.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.1 Hasil Pengamatan
Alat-alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum
khususnya percobaan pertama adalah sebagai berikut :
|
Gelas Piala/Gelas
Kimia
![]() |
Erlemeyer |
Labu ukur |
Petridish |
Gelas Ukur |
Kaca Arloji |
Tabung Reaksi |
Cawan Penguap |
Mortal/Alu |
Krush |
Pipet Tetes |
Pipet Volum |
Pipet Gondok |
Batang Pengaduk |
Sudip
![]() |
Corong Pemisah |
Desikator |
Buret |
Corong |
Rak Tabung Reaksi |
PenjepitTabung Reaksi |
Statif
dan Reaksi |
Sikat Tabung Reaksi |
Segitiga |
Bola hisap |
Lampu Spritus |
Bunsen |
Kaki Tiga |
Botol semprot |
Kawat Kasa |
Klem Utilitas |
Oven |
Tanur |
Hot Plate |
Timbangan Analitis |
|
BAB V
PEMBAHASAN
5.1 Pembahasan
Adapun hasil pembahasan yaitu tentang fungsi-fungsi alat laboratorium
sebagai berikut:
1.
Peralatan Gelas
ü
Gelas
Piala/Gelas Kimia berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan atau
zat kimia.
ü
Erlemeyer
berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan atau mencampurkan zat dan juga
sebagai tempat untuk titrasi.
ü
Labu
Ukur berfungsi sebagai tempat untuk
membuat dan mengencerkan larutan.
ü
Petridish
berfunsi sebagai tempat untuk mengembangbiakkan mikroba.
ü
Gelas
Ukur berfungsi untuk mengukur volume larutan.
ü
Kaca
Arloji berfungsi sebagai tempat untuk menimbang pada neraca analitik.
ü
Tabung
Reaksi berfungsi sebagai tempat
mereaksikan zat dalam skala kecil.
ü
Cawan
penguap berfungsi untuk mengeringkan suatu bahan di dalam oven dan dimasukkan ke
dalam desikator.
ü
Mortal/Alu
berfungsi untuk menghaluskan zat yang bersifat padat atau kristal.
ü
Krush berfungsi sabagai tempat atau wadah untuk
memanaskan logam.
ü
Pipet
Tetes berfungsi untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan skala kecil.
ü
Pipet
Volum berfungsi untuk mengukur volume larutan.
ü
Pipet
Gondok berfungsi untuk mengambil larutan
dengan volum tertentu.
ü
Corong
pisah berfungsi untuk memisahkan dua larutanyang tidak bercampur karena
perbedaan massa jenis.
ü
Desikator
berfungsi untuk menyimpan bahan yang bebas dari air dan mengeringkan zat-zat
dalam laboratorium pengering.
ü
Lampu
Spritus berfungsi untuk membakar zat
atau memanaskan suatu larutan.
ü
Bunsen
berfungsi untuk memanaskan larutan atau untuk sterilisasi.
2.
Peralatan Non Gelas
ü
Batang
Pengaduk berfungsi untuk mengaduk larutan.
ü
Sudip/Spatula
berfungsi untuk mengambil bahan kimia dalam bentuk padatan.
ü
Buret
berfungsi sebagai tempat titrasi.
ü
Corong berfungsi untuk memasukkan atau
memindahkan suatu larutan.
ü
Rak
Tabung Reaksi berfungsi untuk meletakkan atau menyusun tabung reaksi.
ü
Penjepit
Tabung Reaksi berfungsi untuk menjepit tabung reaksi.
ü
Statif
dan Klem berfungsi sebagai penjepit.
ü
Sikat
Tabung Reaksi berfungsi untuk
membersihkan tabung reaksi ketika dicuci.
ü
Segitiga
berfungsi untuk meletakkan gelas piala atau erlemeyer ketika dipanaskan.
ü
Bola
Hisap berfungsi untuk menghisap larutan yang akan dipindahkan dari botol
larutan.
ü
Kaki
Tiga berfungsi sebagai penyangga untuk membakar spritus.
ü
Botol
Semprot berfungsi sebagai wadah meletakkan aquades.
ü
Kawat
Kasa berfungsi sebagai alas atau untuk menahan labu atau biker untuk dipanaskan.
ü
Klem
Utilitas berfungsi sebagai penjepit alat-alat gelas.
ü
Oven
berfungsi untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan.
ü
Tanur
berfungsi untuk memanaskan dengan suhu yang lebih tinggi dari oven.
ü
Hot
Plane berfungsi sebagai pemanas larutan dengan menggunakan energi listrik.
ü
Timbangan
Analitis berfungsi untuk menimbang suatu zat atau larutan dengan skalanya yang
bisa diukur.
ü
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
1.
Setelah melakukan praktikum ini
mahasiswa bisa mengenal dan mengetahui apa saja alat-alat laboratorium yang biasanya dipakai ketika melakukan percobaan, Alat praktikum yang terdapat
dalam laboratorium mempunyai berbagai macam jenis yang berbeda-beda sesuai
dengan bahan, bentuk, ukuran dan fungsinya masing-masing. Ada yang terbuat dari
gelas (kaca), logam, kayu, dan plastik.
2.
Mahasiswa juga
mampu mengetahui bagaimana cara kerja alat-alat yang ada di laboratorium tersebut
dengan tujuan agar tidak menemui kendala dalam praktikum. Penggunaan alat
dan bahan dengan tepat sangat diperlukan agar hasil percobaan akurat, sehingga
dapat membuktikan kebenaran antara teori dan hasil percobaan yang dilakukan.
6.2
Saran
Saran
yang dapat diberikan dari percobaan ini adalah diharapkan praktikan dapat lebih
memahami dalam mengenal alat, fungsi dan cara penggunaan serta dapat juga menguasai cara kerja dari pengenalan alat-alat laboratorium ini.
DAFTAR PUSTAKA
Day. R.A. Jr and A.L. Underwood. 1998. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi revisi,
terjemahan R.Soendoro, dkk. Jakarta: Erlangga
Hadiat, dkk. 1998. Daftar Alat-Alat Laboratorium beserta
Penjelasan. Jakarta : Argon Karya
Harjadi ,W.
1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Grammedia. Jakarta.
Rohman, Taufiqur. 1998. Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat Gelas Kimia Serta Penanganan Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia.Makalah Seminar Pada Pelatihan Dosen Biokimia. Banjarbaru.
Tim Penyusun, 2013. Panduan Praktikum Kimia.
Bengkulu.Pertanian : UNIB
LAMPIRAN




































Tidak ada komentar:
Posting Komentar