LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA I. MIKROSKOP

Oleh:
Nama : Ayu Lestari
NPM :
E1J013074
Sift/Pukul : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen Pembimbing : Marulak Simarmata, Ph.D
Co. Ass : Petrus simatupang
PROGRAM STUDI
AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA
PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada masa
globalisasi seperti sekarang ini yang diiringi dengan majunya ilmu pengetahuan
dan teknologi, sudah banyak ditemukan berbagai alat dan teknologi yang dapat
membantu kita dalam memecahkan berbagai masalah yang terjadi di kehidupan ini.
Salah satu teknologi tersebut adalah mikroskop. Mikroskop merupakan alat yang
digunakan untuk melihat benda-benda kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang. Mikroskop juga memiliki banyak manfaat diberbagai aspek kehidupan
diantaranya dalam ilmu kedokteran, ilmu forensik, geologi, industri, dan juga
untuk meneliti tumbuhan dan hewan tingkat tinggi serta dalam bidang makanan dan
lingkungan. Oleh karena itu, keterampilan dan ketelitian dalam menggunakan
mikroskop ini sangat diperlukan.
Hal ini dapat
dicapai jika kita mengenali dengan baik bagian-bagian, fungsi, dan juga cara
penggunaan serta perawatan mikroskop. Semakin ahli kita dalam menggunakan
mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan yang akan kita lakukan
dengan mikroskop.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan laporan
ini antara lain:
1.
Untuk mengetahui jenis-jenis mikroskop
dan bagian-bagian beserta fungsinya .
2.
Untuk mengetahui bagaimana cara
menggunakan dan merawat mikroskop.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan
masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
- Gambarlah
mikroskop yang saudara amati lengkap dengan bagian-bagiannya.
Pada lembar
terpisah deskripsika secara lengkap bagian-bagian mikroskop serta fungsi
masing-masing !
- Sebutkan jenis-jenis mikroskop serta
kegunaannya !
- Jelaskan
cara-cara perawatan mikroskop di laboratorium !
- Perhatikan
pengamatan saudara: Cara memperkirakan perbesaran yaitu perbesaran okuler
dikalikan dengan perbesaran objektif !
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Pengertian Mikroskop
Karena panca indera manusia memiliki kemampuan
yang terbatas, banyak masalah mengenai organisme yang ingin dipecahkannya hanya dapat
diperiksa dengan menggunakan alat-alat. Adapun alat yang dapat kita gunakan adalah mikroskop. Mikroskop
barasal dari bahasa
latin, mickro berarti kecil, dan spocopium yang berarti penglihatan. Jadi, pengertian
mikroskop adalah alat
bantu yang digunakan seseorang untuk dapat mengamati suatu objek yang kecil dan gerakan yang sangat halus sehingga tidak dapat dilihat
oleh kekuatan mata telanjang. (Anonymous, 2010)
Mikroskop yang
biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin:
mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan
menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis
sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat
dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari
pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan
lebih besar dari pda wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran . Mikroskop
juga dapat membuat kita melihat poa-pola terperinci yang tidak terlihat dengan
mata telanjang, hal ini disebut penguraian. (Goldsten,2004)
Kemampuan lain yang dimiliki oleh
mikroskop adalah daya pisah. Daya pisah adalah kemampuan suatu objektif untuk memisahkan dua buah
titik yang sangat berdekatan di dalam struktur pada suatu objektif. Jadi makin besar kemampuan suatu
objektif makin kecil jarak dua buah
titik yang berdekatan yang dapat dilihat secara terpisah dengan mikroskop
tertentu. ( Lelono,2002:1)
BAB
III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang penggunaan mikroskop ini
dilaksanakan pada hari Senin,
tanggal 30 September 2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai. Dan bertempat di Laboratorium
Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.
3.2 Alat Praktikum
- Mikroskop,
- gelas objek, dan
- gelas penutup.
3.3 Prosedur Kerja
Langkah-langkah kerja dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut:
- Menyiapkan mikroskop yang akan diguakan.
- Hubungkan kabel mikroskop dengan sumber listrik.
- Menyalakan power pada mikroskop.
- Menempatkan preparat sesuai dengan tempatnya.
- Mengatur jarak antara lensa objektif dengan meja
sediaan.
- Lensa objektif
ditempatkan pembesaran lemah dengan memutar revolver sampai
berbunyi “klik”
- Membuka diafragma sebesar-besarnya dengan menarik
tangkainya ke belakang.
- Mengatur cahaya sesuai dengan yang diperlukan.
- Kemudian amati preparat tersebut secara teliti.
- Tulis hasil pengamatan.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.2 Bagian – Bagian Mikroskop
Adapun beberapa bagian – bagian
mikroskop yang memiliki fungsi khusus yaitu:
- Lensa Okuler berfungsi
untuk memperbesar bayangan dari
lensa objektif.
- Lensa Objektif berfungsi
untuk memperbesar bayangan objek.
- Revolver berfungsi
untuk perbesaran dari lensa objektif yang bias dipilih
perbesaranya sesuai yang dikehendaki.
- Tubus (tabung mikroskop) brfungsi
untuk menghubungkan
lensa okuler, revolver dan lensa objektif.
- Kondensor berfungsi
untuk mengumpulkan
cahaya dan memusatkan cahaya pada preparat yang diamati.
- Diafragma berfungsi
untuk mengatur
banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
- Sekrup
penggerk kasar dan
penggerak halus, berfungsi untuk menaikkan
tau menurunkan tubus secara kasar danhalus sampai objek yang
diamati nampak jelas pada okuler.
- Lengan Mikroskop berfungsi
untuk menyangga mikroskop.
- Penjepit Preparat berfungsi
untuk menjepit
preparat agar tidak bergerak saat diamati.
- Meja Preparat berfungsi
sebagai tempat
meletakkan
preparat agar tidak bergerak saat diamati.
- Cermin
berfungsi untuk mengarahkan cahaya.
- Kaki Mikroskopberfungsi
untuk menyangga
berdirinnya mikroskop.
4.3 Jenis-Jenis Mikroskop
Ada dua jenis mikroskop yaitu
sebagai berikut:
1. Mikroskop Optik
Mikroskop ini menggunakan lensa dari gelas dan cahaya
atau lampu sebagai sumber penyinarannya. Cahaya dari luar dikumpulkan dan
dipantulkan oleh cermin akan mengenai spesimen sehingga menghasilkan bayangan
dari spesimen yang akan diperbesar oleh lensa dan kemudin diterima oleh mata.
Untuk mendapatkangambaran stereoskop dari objek yang tidak begitu renik
biasanya digunakan mikroskop stereo atau mikroskop bedah binokuler. Mikroskop
ini mempunyai dua okuler dan dua objektif sehingga dapat diperoleh bidang
pandang yang jelas.
2. Mikroskop Elektron
Karena keterbatasannya daya tembus cahaya dan sulitnya
membuat lensa sangat tipis maka sangat sulit untuk mendapatkanperbesaran yang
lebih tinggi dari 2000x dengan mikoskop monokuler. Sehingga untuk mengamati bagian-bagian
yang sangat halus digunakan mikroskop elektron yang menggunakan mgnet sebagai
pengganti lensa dan elektron sebagai
pengganti cahaya. Ada dua jenis mikroskop elektron yaitu Mikroskop Transmisi
dan Mikroskop Elektron Scanning.
4.4 Perawatan Mikroskop
- Bersikan terlebih
dahulu lensa mikroskop hanya dengan menggunakan
kertas lensa.
- Membersihkan preparat dengan
tisu kemudian menyimpannya didalam kotak alat.
- Setelah selesai menggunakan
mikroskop, putar pengatur kasar agar terdapat jarak antara lensa objektif dengan meja mikroskop.
Aturlah cermin dalam posisi tegak, masing-masing cermin cekung dan datar
menghadap arah samping. Bersihkan meja mikroskop dari kotoran dan tumpahan
medium dengan menggunakan tissue. (Waluyo,1993:7)
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Mikroskop
merupakan alat bantu untuk
melihat benda-benda yang tidak bisa dilihat hanya dengan mata telanjang. Sehingga
mikroskop dirancang dengan sedemikian rupa untuk dapat menguntungkan manusia
agar dapat melihat benda yang
berukuran
sangat kecil maupun halus. Setelah
banyak kegunaan yang kita dapat dari mikroskop, hendaknya banyak juga hal-hal
yang harus diperhatikan saat menggunakan mikroskop, agar tidak ada kerusakan
yang terjadi pada mikroskop.
5.2 Saran
- Sebaiknya praktikan berhati-hati dalam menggunakan
mikroskop dan alat-alat lainnya.
- Sebaiknya setiap praktikan berhati-hati dalam melakukan
pengamatan agar bayangan
yang dihasilkan semakin jelas.
- Agar mendapat
hasil yang baik, maka setiap praktikan sebaiknya memeriksa pembesaran mikroskop.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonymous, 2010. Mikroskop. http://id.wikipedia.org/wiki/mikroskop.
Anonim,2013. Buku panduan praktikum biologi umum.
Goldsten, Philip. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11.
PT Ikrar Mandiri Abadi:Jakarta.
Lelono, Asmoro.
2002. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar 1. Jember : unej
Waluyo, Joko.1993. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Jember : unej
Tidak ada komentar:
Posting Komentar