Sabtu, 14 Juni 2014

Laporan Praktikum Biologi "Tingkah laku tumbuhan"

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA VII. TINGKAH LAKU TUMBUHAN

150px-LogoUnib

Oleh:
Nama                                 : Ayu Lestari
NPM                              : E1J013074
Sift/Pukul                     : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen Pembimbing     : Marulak Simarmata, Ph.D
Co. Ass                          : Petrus simatupang   





PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pertumbuhandiartikansebagaisuatu proses pertambahanukuranatau volume sertajumlahselsecara irreversible, atautidakdapatkembalikebentuksemula. Perkecambahandiawalidenganpenyerapan air darilingkungan air darilingkungansekitarbiji, baiktanah, udara, maupun media lainnya.Perubahan yang teramatiadalahmembesarnyaukuranbiji yang disebuttahapimbibisi.Bijimenyerap air darilingkungansekelilingnya, baikdaritanahmaupundariudara (dalambentukuap air ataupunembun).Efek yang terjadimembesarnyaukuranbijikarenasel-selembriomembesardanbiji yang melunak.
Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan batang lembaga (kaulikulus). Proses pertumbuhanpadatumbuhan yang sangatpentingadalahadanya proses fotosintesis yang memerlukansinarmatahari.Karena sinar matahari dapat  membantu proses pertumbuhan serta perkembangan kacang hijau.

1.2  Tujuan
Untuk mengetahui beberapa gerakan tumbuhan yang termasuk gerak tropis yaitu fototropisme, geotropisme, dan hydrotropisme.

1.3  Rumusan Masalah
1.      Apakah sebabnya pertumbuhan tanaman selalu menuju kearah datangnya cahaya ?
2.      Bagaimana pertumbuhan akar pada eksperimen yang kedua dan ketiga serta jelaskan apa yang menyebabakan perbedaan eksperimen tersebut ?
3.      Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi gerak tanaman ?



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Salah satu aktifitas biologis dari tumbuhan adalah tanggap terhadap rangsang, misalnya gerak. Gerak tumbuhan antara lain adalah bengkoknya dahan dan akar, melipatnya daun, dan perpindahan tanaman tingkat rendah. (Anonim, 2013)
Ø  Gerak secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu :
A.    Gerak Endonom
Gerak endonom ini merupakan gerak tumbuhan yang tidak disebabkan rangasangan dari luar. Diduga gerak yang terjadi disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.Contohnya  gerak yang terjadi pada sitoplasma sel Hydrilla dan bawang merah.

B.     Gerak Etionom
Geraketionommerupakanreaksigeraktumbuhan yang disebabkanolehadanyarangsangandariluar.Berdasarkanhubunganantaraarahrespongerakandenganasalrangsangan, geraketionomdapatdibedakanmenjadigeraktaksis, tropis, dannasti.
1.      Gerak Taksis
Taksis adalah gerak seluruh tubuh atau bagian dari tubuh tumbuhan yang berpindah tempat dan arah perpindahannya dipengaruhi rangsangan. Gerakan yang arahnya mendekati sumber rangsangan disebut sebagai taksis positif dan yang menjauhi sumber rangsangan disebut taksis negatif.

2.      Gerak Tropis
Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arahdatangnya rangsangan. Tropis berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope, yang berarti membelok. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang, daun, kuncup bunga atau sulur. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi tropispositif apabila gerak itu menuju sumber rangsang dan tropis negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsang. Berdasarkan dari macam sumber rangsangannya, tropis dapat dibedakan lagi menjadi fototropisme, geotropisme, dan hydrotropisme.
a.       Fototropisme adalah gerak tropisyang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Fototropisme disebut juga heliotropisme. Gerak bagian tumbuhan yang menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok kearah datangnya cahaya. Fototropisme merupakan adaptasi tumbuhan untuk mengarahkan tajuknya ke arah cahaya matahari yang sangat penting untuk berlangsungnya proses fotosintesis.

b.      Geotropisme yaitu akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme(geo = bumi). Geotropisme disebut juga gravitropisme. Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi disebut geotropisme negatif.


c.       Hydrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air (hidro = air). Jika gerakan itu mendekati air maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuh bergerk menuju tempat yang banyak airnya ditanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebut hidrotropisme negatif. Misal, gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh keatas air.

3.      Gerak Nasti
Nastiadalahgeraktumbuhan yang arahnyatidakdipengaruhioleharahdatangnyarangsangan, tetapiditentukanolehtumbuhanitusendiri.Geraknastidipengaruhiolehrangsangannamunarahnyatidakdipengaruhioleharahdatangnyarangsangan.Kata nastiberasaldaribahasaYunani, yaitunastos yang berartidipaksamendekat.Olehkarenaitu, arahgerakdaribagiantubuhtumbuhan yang melakukangeraknastiditentukanoleh tumbuhanitusendiri.




BAB III
METODOLOGI
3.1Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang tingkah laku tumbuhan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 25 November  2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.
3.2  Alat dan Bahan Praktikum
1.      Alat
ü  Aqua cup (3 cup per mahasiswa)
ü  Cutter
ü  Kotak karton ukuran aqua box (satu per kelompok)

2.      Bahan
ü  Benih kacang hijau (disediakan lab)

3.3  Cara Kerja
1.      Fototropisme
-          Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup (sebanyak 5 lubang dengan ukuran 0,5 mm), label dengan nama saudara.
-          Isi aqua cup sebanyak 4/5 bagian dengan media tanah yang sudah bersih.
-          Rendam benih selama 15 menit sebelum penanaman kemudian tanamlah dua benih kacang hijau pada lubang tanam yang sama di tengah-tengah pot dengan kedalaman 2 cm. Siramlah sampai jenuh.
-          Lubangi kotak karton sebesar uang logam pada satu sisinya.
-          Simpan aqua cup (yang tewlah ditanami) ke dalam kotak karton berlubang. Kemudian letakkan pada posisi yang diatur oleh Co-Ass.
-          Amati pertumbuhan kacang hijau setiap hari sampai satu minggu (7 hari), catat dan jelaskan perilaku tanaman tersebut.
-          Gambarkan keadaan pertumbuhan setiap harinya.

2.      Geotropisme (rangsangan dengan daya tarik bumi)
-          Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup (sebanyak 5 lubang dengan ukuran 0,5 mm), label dengan nama saudara.
-          Isi aqua cup sebanyak 4/5 bagian dengan media tanah yang sudah bersih.
-          Rendam benih selama 15 menit sebelum penanaman kemudian tanamlah dua benih kacang hijau pada lubang tanam yang sama di tengah-tengah pot dengan kedalaman 2 cm. Siramlah sampai jenuh.
-          Biarkan tumbuh 2 hari. Pada hari ketiga, balikkan aqua cup dan letakkan dengan alas plastik untuk melihat pengaruh gravitasi bumi terhadap akar.
-          Amati apa yang terjadi hingga hari ketujuh.
-          Gambarkan keadaan pertumbuhan yang saudara amati.

3.      Hdyrotropisme
-          Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup (sebanyak 5 lubang dengan ukuran 0,5 mm), label dengan nama saudara.
-          Isi aqua cup sebanyak 4/5 bagian dengan media tanah yang sudah bersih.
-          Rendam benih selama 15 menit sebelum penanaman kemudian tanamlah dua benih kacang hijau pada lubang tanam yang sama di tengah-tengah pot dengan kedalaman 2 cm. Usahakan menanamnya pada pinggir.
-          Siramlah pot pada sisis yang bersebelahan dengan benih. Penyiraman sedikit demi sedikit sehingga hanya setengah media tanam yang basah dengan air.
-          Penyiraman dengan metode yang sama dilakukan setiap hari.
-          Amati apa yang terjadi hingga hari ketujuh.
-          Gambarkan keadaan pertumbuhan yang saudara amati.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Hari Ke-
Fototropisme
Geotropisme
Hydrotropisme
1.





Pada hari pertama belum nampak perkembangan perkecambahan dari fototropisme.





Pada hari petama perkembangan pada geotropisme sudah mulai nampak dengan tumbuhnya akar dan munculnya biji kearah atas.





Pada hari pertama perkembangan hydrotropisme hampir sama denggan geotropisme hanya saja akarnya mengarah ke tanah yang mengandung lebih banyak air.
2.





Pada hari kedua pergerakan perkecambahan pada fototropisme mulai terlihat yaitu dengan tumbuhnya biji dan akar.





Pada hari kedua daun mulai nampak pada pergerakan perkecambahan geotropisme.





Pada hydrotropisme juga mulai nampak daun yang sudah tumbuh.
3.





Pada hari ketiga daun mulai tumbuh dan mengarah kearah datangnya sinar matahari.





Pada percobaan geotropisme hari ketiga aqua cup dibalikkan agar kita dapat melihat perkembangan akar yang terjadi pada hari selanjutnya.





Pada hari ketiga pada hyrotropisme terjadi pertambahan panjang batang dan akarnya juga lebih mengarah ke tanah yang mengandung air.
4.





Pada hari keempat panjang batang pada fototropisme mulai bertambah dan lebih condong kearah datangnya sinar matahari.





Setelah aqua cup dibalikkan pada hari ketiga, perkembangan pergerakan akar pada geotropisme mengarah kearah bawah.





Pada hari keempat batang juga mulai bertambah panjang dan akar tetap mengarah kearah tanah yang basah.
7.





Pada hari ketujuh panjang batang pada fototropisme semakin bertambah dan masih tetap mengarah kearah lubang yang terdapat sinar matahari





Pada hari ketujuh terjadi juga pertambahan panjang batang dan akar pada pergerakan geotropisme masih mengarah ke bawah mengikuti rangsangan gaya tarik bumi.





Pada hari ketujuh terjadi pertambahan panjang batang dan akar pada hydrotopisme masih mengarah kearah tanah yang mengandung banyak air.

4.2 Pembahasan
            Pada percobaan fototropisme yang kami lakukan selama tujuh hari, kami mengetahui bahwa pengaruh sinar matahari pada pergerakan tumbuhan kacang hijau sangatlah berpengaruh karena kacang hijau selalu tumbuh mengarah keluar dari lubang kotak menuju kearah datangnya sinar matahari. Oleh sebab itu, cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Pada percobaan kedua pergerakan geotropisme yang kami lakukan selama tujuh hari pada kacang hijau terjadi pergerakanakar yang selalu tumbuh ke arah bawah ketika aqua cup dibalik, gerak akar tersebut disebabkan karena adanya rangsangan gaya tarik bumidan arah akarbergerak menuju arah datangnya rangsangan.
Sedangkan pada percobaan ketiga pergerakan hydrotropisme yang telah kami lakukan selama tujuh hari berturut-turut terlihat perkembangan pada kacang hijau yang kami tanam dipinggir dan ditanah yang tidak terkena air, setelah beberapa hari kami mengamati pergerakannya akar pada tanaman tersebut mengarah kearah tanah yang mengandung lebih banyak air.
Dari semua percobaan tersebut dapat kita ketahui bahwa banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pada tumbuhan diantaranya yaitu, cahaya matahari, suhu atau temperatur, air, gravitasi bumi dan lain sebagainya.




BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
            Dari penelitian ini kami dapat tahu bagaimana perkembangan gerak Fototropisme, geotropisme, dan juga hydrotropisme pada perkecambahan kacang hijau yang kami tanam.
Kecambah yang kami tanam dengan menggunakan metode fototropisme pertumbuhannya mengarah kearah datangnya sinar matahari oleh karena itu sinar matahari sangat berpengaruh terhadap perkembangan tumbuhan. Pergerakan geotropisme pada kacang hijau pada percobaan kedua sesuai dengan rangsangan gaya tarik (gravitasi) bumi, hal ini terbukti ketika aqua cup penelitian kami balik akar pada tumbuhan kecambah tersebut mengarah kearah bawah mengikuti gerak gravitasi, sedangkan pergerakan hydrotropisme pada percobaan ketiga tanaman kacang hijau akarnya mengarah kearah tanah yang mengandung lebih banyak air.

5.2 Saran
            Praktikan seharusnya selalu melakukan pengamatan selama tujuh hari berturut-turut agar dapat melihat perkembangan dari tumbuhan tersebut agar praktikan bisa mendapatkan hasil pengamatan yang maksimal.



DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2013. Buku panduan praktikum biologi umum. Universitas Bengkulu. Bengkulu
http://Belajar IPA Online/ MATERI.htmDiakses pada tanggal 29 November 2013. Pukul
15.00 WIB.
http://kacang hijau/contoh laporan perkecambahan – noviyaningsih.htmDiakses pada
tanggal 29November 2013. Pukul 15.00 WIB.
http://ssp09-unhas.blogspot.com/2010/12/pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan.html    Diakses pada tanggal 29 November 2013. Pukul 15.00 WIB.


Laporan Praktikum Biologi "Metabolisme"

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM (MKP-101)
ACARA VI. METABOLISME


150px-LogoUnib

Oleh :
Nama                            : Ayu Lestari
NPM                              : E1J013074
Sift/Pukul                     : BI/ 12.00-14.00 WIB
Dosen Pembimbing     : Marulak Simarmata, Ph.D
Co. Ass                          : Petrus Simatupang   





PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2013







BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Metabolisme berasal dari kata Yunani “Metabole” yang berarti perubahan. Metabolisme kadang juga diartikan pertukaran zat antaara satu sel atau secara keseluruhan dengan lingkungannya. Salah satu aktivitas protoplasma yang penting adalah pembentukan sel baru dengan cara pembelahan. Sebelum sel melakukan pembelahan, maka protoplasma akan aktif mengumpulkan serta mensintesa karbohidrat, protein, lemak dan banyak lagi senyawa kompleks yang merupakan bagian dari protoplasma dan dinding sel. Bahan dasar untuk sintesa senyawa organic tersebut adalah unsure-unsur aorganic yang diserap oleh akar dan gula yang dibentuk dari karbon dioksida dan air pada proses fotosintesa (asimilasi karbon).

1.2  Tujuan
1.      Mengetahui proses difusi dan osmosis pada organisme hidup.
2.      Mengetahui proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis pada sel-sel tumbuhan.

1.3  Rumusan Masalah
1.      Apa perbedaan antara difusi dan osmosis?
2.      Apa fungsi kentang dalam percobaan osmosis?
3.      Apa perbedaan antaraplasmolisis dan deplasmolisis?




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Difusi adalah gerakan pasif molekul dalam larutan yang berkonsentrasi tinggi ke yang berkonsentrasi lebih rendah. Molekul memiliki energi kinetik intrinsik yang disebut gerak termal(kalor). Suatu akibat gerak termal ialah difusi, kecenderungan moleku lsetiap zat untuk menyebar ke seluruh ruangan yang ada (Campbell, 2002 : 147).
Osmosis merupakan suatu proses difusi air melalui selaput permeable secara diferensial dari suatu tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan kepekatan menyebabkan terjadinya proses ini. Konsentrasi yang dimaksudkan adalah konsentrasi pelarutnya yaitu air. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan penanaman khusus yaitu osmosis. Dengan adanya suatu proses osmosis, suatu osmosis dapat dikatakan permeabel apabila semua jenis impermeabel. Suatu selaput dapat dikatakan permeabel apabila semua jenis molekul dalam cairan yang ada di sekelilingnya dapat merembes melewati selaput atau plasma tersebut. Apabila dalam beberaa jenis molekul dalam cairan yang ada di sekelilingnya yang dapat melewatinya, selaput ini dikatakan selaput semipermeabel. Sedangkan yang dimaksud dengan selaput impermeabel adalah sel;aput yang tidak bisa dilewati oleh jenis molekul apapun (Charis, 1996).
Plasmosis adalah peristiwa terlepasnya protoplasma dari dinding sel jika adanya penurunan volume vakuola yang sangat besar. Hal ini dapat dilihat pada sel spirogyra yang diletakkan pada larutan hipertonik terhadap sitosol sel tersebut, maka air yang berada dalam vakuola merembes keluar sel, akibatnya protoplasma mengkerut dan terjadi plasmolisis (Krisdianto, 2005).
Deplasmolisis adalah proses kembalinya ke dalam bentuk semula apabila lingkungan sel tersebut diganti dengan larutan yang hipotonik (lebih encer dari larutan sel. Proses ini disebut dengan plasmolisis keadaan ini dapat kembali ke keadaan semula apabila lingkungan tersebut diganti dengan larutan hipertonik. Proses ini disebut dengan desplasmolisis (Salisbury, 1995).




BAB III
METODOLOGI

3.1Waktu dan Tempat
Praktikum biologi umum tentang metabolisme ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 18 November  2013. Pada pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.

3.2  Alat dan Bahan
-Pipet tetes                                                            -Gelas penutup
-Kristal CuSO4                                          -Silet
-Aquadest                                                 -Mikroskop
-Erlenmeyer                                               -Stopwatch
-Gelas objek                                              -Kentang
-Sukrosa 15% atau 20%                            -Daun bangka-bangkaan (Rhoeo discolor)

3.3 Cara Kerja
ü  Sediaan 1. Melihat terjadinya difusi
a.       Teteskan larutan metilen biru pekat ke dalam gelas piala berisi aquades.
Amati penyebaran warna biru dari metilen biru.
b.      Masukkan kristal CuSO4 ke dalam gelas piala berisi aquades. Amati penyebaran warna biru kristal CuSO4.
c.       Catat waktu sampai warna larutan merata (Dicatat dalam tabel), kemudian gambarkan dan jelaskan hasil pengamatan saudara.
d.      Ulangi percobaan dengan metilen biru dan kristal CuSO4 di atas, tetapi setelah penetesan larutan segera diaduk. Apa yang terjadi (Jelaskan dan Gambarkan).

ü  Sediaan 2. Melihat terjadinya osmosis
a.       Kupaslah kentang kemudian lubangi bagian tengahnya.
b.      Isi gliserin pada lubang tersebut dan beri tanda.
c.       Letakkan pada gelas piala yang telah diberi air dan eosin. Jaga jangan sampai air melimpah masuk ke dalam permukaan kentang.
d.      Biarkan lebih kurang 15 menit. Amati permukaan gliserin pada kentang. Catat dan gambar hasil pengamatan saudara.

ü  Sediaan 3. Plasmolisis dan deplasmolisis pada daun bangka-bangkaan (Rhoeo discolor)
a.       Sayatlah permukaan bagian daun Rhoeo discolor (bagian berwarna ungu merah)
b.      Letakkan sayatan pada kaca objek yang telah ditetesi aquades dan tutuplah dengan kaca penutup.
c.       Amati di bawah mikroskop. Apabila sel-sel daun Rhoeo discolor sudah nampak jelas, teteskan larutan sukrosa pada salah satu tepi gelas penutup dan pada tepi lainnya tempelkan kertas penghisap (kertas saring) sehingga aquades akan tertarik oleh kertas penghisap dan medium sayatan diganti larutan sukrosa.
d.      Amati dengan mikroskop srlama 5 menit. Catatlah semua perubahan yang terjadi terutama waktu terjadinya plasmolisis.
e.       Gantilah larutan sukrosa dengan aquades, amati lagi selama 5 menit. Catat semua perubahan terutama waktu terjadinya deplasmolisis.
f.       Lengkapi gambar awal sel :
a.) Gambar plasmolisis
b.) Gambar deplasmolisis



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Ø  Sediaan 1
Pengamatan metilen biru diamati selama 35 menit dan inilah tabel keterangannya :
Waktu
Persentase
Keterangan
Menit ke-1
15 %
Pada menit pertama metilen biru menyebar di sekitar pertengahan aquades
Menit ke-6
60%
Pada menit ke enam, metilen biru telah meneyebar lebih dari setengah aquades
Menit ke-8
65%
Pada menit kedelapan penyebaran metilen bertambah lima persen
Menit ke10
75 %
Pada menit ke sepuluh juga penyebaran metilen bertambah lima persen
Menit ke-16
80 %
Pada menit ke enam belas penyebaran metilen masih bertambah lima persen dari sebelumnya
Menit ke-17
85%
Pada menit ke tujuh belas metilen menyebar hingga delapan puluh lima persen
Menit ke-19
90%
Pada menit ke Sembilan belas penyebaran metilen bertambah lima persen
Menit ke-22
94%
Pada menit ke 22 penyebaran metilen hanya bertambah 4 persen
Menit ke-24
96%
Pada menit ke 24 penyebaran metilen hanya bertambah 2 persen
Menit ke-34
98%
Pada menit ke 34 penyebaran metilen masih bertambah 2 persen
M2nit ke-35
100%
Dan pada menit terakhir metilen menyebar 100 persen ke selurug aquades

           



Ø  Pengamatan Kristal  CuSO4 selama 1 jam 21 menit
Waktu
Persentase
Keterangan
Menit ke 1
15 %
Pada menit pertama, krital CuSO4 belum menyebar, hanya warna aquades sudah berubah menjadi kebiruan
Menit ke-15
60 %
Pada menit kelima belas krital CuSO4 menyebar sebanyak 60 persen
Menit ke-23
65%
Pada menit ke 23 CuSO4 menyebar sebanyak 65  persen
Menit ke-31
72 %
Pada menit ke tiga puluh satu penyebaran CuSO4 hanya bertambah 7 persen
Menit ke-52
80%
Pada menit ke lima puluh dua CuSO4 mulai menyebar sebanyak 80 persen
Menit ke-81
100%
Dan pada menit terakhir CuSO4 meneybar ke seluruh aquades, walaupun masih ada tertinggal Kristal-krital CuSO4 dibawah gelas

Ø  Sediaan 2
Perlakuan
Menit ke-15
Menit ke-30
Kentang + gliserin
Kentang mengeras dan mulai berubah warna menjadi agak kemerahan.
Kentang megeras dan mengembang, kentang berwarna merah dan gliserin berubah warna menjadi agak kemerahan.
                                                                                                                                 




Ø  Sediaan 3
Dapat dilihat dengan jelas perbedaan sel Rhoe discolor yang sebelum terplasmolisis dan sesudah plasmolisis.
Sebelum Plasmolisis

Setelah Plasmolisis
http://dc243.4shared.com/doc/0WU6jVWP/preview_html_209de72e.gif
http://dc243.4shared.com/doc/0WU6jVWP/preview_html_459d951.gif

Sel yang terplasmolisis ini dapat dikembalikan pada keadaan semula bila sel yang mengalami plasmolisis di tempatkan di larutan hipotonis. Keadaan sel akan kembali seperti semula karena air di luar sel akan berosmosis ke dalam sel yang hipertonis, sehingga sitoplasma akan kembali mengembang. Peristiwa ini disebut dengan deplasmolisis.

4.2  Pembahasan

Plasmolisis adalah peristiwa terlepasnya protoplasma dari dinding sel karena konsentrasi di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel, begitu sebaliknya dengan proses deplasmolisis.  Percobaan tentang proses plasmolisis dan deplasmosisi,  kami menggunakan daun Rhoe discolor sebagai objek.  Pada saat daun   Rhoe discolor ditetesi media air dapat dilihat sel daun berwarna ungu kehijau-hijauan dan sel-selnya masih bersatu serta stomatanya masih tertutup, hal ini dikarenakan karena adanya klorofil.  Tetapi setelah ditetesi dengan menggunakan  sukrosa 0,2 M terjadi perubahan warna dari yang semula berwarna ungu berubah menjadi warna putih dan sel-selnya merenggang serta stomatanya terbuka.  Peritiwa ini menandakan bahwa terjadi peristiwa plasmolisis, yang disebabkan karena terlepasnya  protoplasma dari dinding sel karena sel berada pada larutan hipotonik.  Ketika ditetesi kembali dengan air,  keadaan sel kembali seperti yang pertama yaitu berwana ungu tapi warnanya lebih muda.  Hal ini membuktikan bahwa terjadi peristiwa deplasmoisis, dimana sel kembali seperti keadaan semula jika lingkungan diganti dengan larutan hipotonik.

Ø  Osmosis adalah perpindahan pelarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah melalui membran semipermeable.
Ø  Difusi adalah proses pergerakan acak partikel-pertikel gas, cairan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah
Ø  Osmosis harus melewati membran. Jadi jika terjadi perpindahan pelarut tanpa melalui membran selektif semipermeabel bukanlah osmosis tetapi peristiwa tersebut adalah difusi.
Ø  Dalam peristiwa osmosis, didapatkan bahwa kentang yang ada di dalam wadah berisi larutan gliserin akan menjadi lebih lunak dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena cairan air gliserin dianggap sebagai pelarut yang bersifat hipertonik, sehingga kentang menjadi lebih keras dan  menggembung. Hal ini karena air adalah larutan yang bersifat hipotonik akibatnya air akan masuk ke dalam sel sehingga sel menjadi menggembung dan menjadi lebih keras dari sebelumnya.
Ø  Plasmolisis adalah lepasnya membran plasma dari dinding sel pada sel tumbuhan. Plasmolisis terjadi jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.
Ø  Deplasmolisis merupakan kebalikan dari plasmolisis, yaitu menyatunya kembali membran plasma yang telah lepas dari dinding sel. Deplasmolisis terjadi jika sel tumbuhan diletakkan di larutan hipotonik, sel tumbuhan akan menyerap air dan juga tekanan turgor meningkat. Banyaknya air yang masuk ke dalam sel akan menyebabkan terjadinya deplasmolisis. Membran plasma akan mengembang sehingga akan melekat kembali pada dinding sel.




BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
1.    Difusi akan lebih cepat bereaksi apabila interaksi antara zat pelarut dan pelarut dipercepat.
2.    Osmosis merupakan proses difusi yang melewati atau menembus membrane semipermeabel.
3.    Plasmolisis terjadi karena cairan dari dalam sel berdifusi keluar dan menyebabkan sitoplasma mengkerut.
4.    Deplamolisis akan terjadi jika suatu sel yang mengalami plasmolisis dimasukkan ke dalam cairan yang hipotonis sehingga sitoplasma mengembang kembali.

5.2 Saran
Praktikan hendaknya mempelajari terlebih dahulu materi praktikum sebelum masuk ke dalam laboratorium sehingga tidak mengalami kesulitan ketika melakukan praktikum. Serta pastikan alat-alat yang digunakan untuk praktikum tidak mengalami masalah atau rusak, sehingga dapat digunakan sesuai dengan prosedur.





DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2013. Buku panduan praktikum biologi umum. Universitas Bengkulu : Bengkulu
Champbel, Neil A. 2002. Bioligi Jilid II Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Charis. 1996. Biologi Umum I. Erlangga: Jakarta.
Krisdianto. 2005. Penuntun Biologi. Erlangga : Jakarta.
Salisbury, B. Frank. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid 1. ITB: Bandung